BKI FUDA IAIN SMH BANTEN

Mahasiswi BKI ikut “Jambore Pemuda Indonesia 2016” di Kalimantan Tengah

Tinggalkan komentar

Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2016 adalah kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh KEMENPORA RI dalam rangka meningkatkan wawasan dan kreativitas pemuda Indonesia melalui pemahaman keanekaragaman seni budaya, memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian pemuda yang dilandasi semangat Nasionalisme. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 26-31 oktober 2016 di Univeristas Palangka Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan yang bertemakan “Membangun Kreativitas Merawat Keberagaman” ini juga sengaja diselenggarakan dengan maksud untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-88 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2016.

Ima Gustiana adalah mahasiswi BKI C semester 3 yang juga terpilih sebagai salah satu dari ke-13 duta pemuda untuk mewakili Banten di acara Jambore Pemuda Indonesi (JPI) 2016. Lalu bagaimana cerita awal Ima hingga terpilih menjadi Duta Pemuda Banten di JPI 2016? Bagaimana pula cerita menarik selama di Palangka Raya, Kalimantan tengah?

Berikut ceritanya…

img_20161026_232040

Ima Gustiana, Mahasiswi BKI C semester III

Sebenarnya, butuh proses dan perjuangan yang panjang untuk sampai terpilih dan mewakili Banten di acara JPI 2016. Awalnya, saya harus mengikuti seleksi tingkat kota serang (karna saya berdomisili di kota serang) pada bulan April lalu, setelah mendapat kabar bahwa saya lolos ke tingkat provinsi, saya pun melanjutkan mengikuti seleksi lagi tingkat provinsi.

Begitu banyak proses seleksi yang saya jalankan, mulai dari tes tertulis, wawancara dan presentasi yang topiknya berkaitan dengan pengetahuan umum, pengetahuan keagamaan, pengetahuan tentang banten (sejarah, wisata & budaya), pengetahuan sosial-politik, psikotes, dan bahasa Inggris. Saya juga harus menampilkan keahlian budaya banten di acara pentas seni. Alhamdulillah, semua proses seleksi berhasil saya lewati.

Singkat cerita, akhirnya saya berhasil terpilih mewakili Banten di JPI 2016. Sebelum berangkat ke Kalimantan tengah, saya dan ke-13 duta pemuda lainnya menerima pembekalan materi dan pematangan pentas seni selama 3 hari. Di momen ini saya diwajibkan untuk belajar Debus yang merupakan kesenian khas Banten yang ternyata sudah sangat di kenal di penjuru Nusantara. Jujur, saya merasa sangat tertantang sebagai orang Banten asli untuk belajar Debus hehehe. Dengan berdo’a, latihan pernafasan yang benar, dan bersugesti “saya bisa” akhirnya saya bisa melakukan Debus yaitu memecahkan batu bata di kepala. Dalam hati pun berucap “Alhamduillah….yeeeaa bisaaa, sambil ngelus-ngelus kepala”

Akhirnya, tibalah saya dan duta pemuda dari seluruh provinsi di acara JPI 2016.  Acaranya pun terbagi-bagi dalam beberapa sesi. Selama 6 hari disana, saya mendapat kesempatan untuk makan malam bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan Kepala BKKBN RI di acara Malam Ramah Tamah yang sekaligus merupakan acara pembukaan kegiatan JPI 2016. Dalam acara ini banyak dibahas mengenai masalah anak muda zaman ini (seks bebas, narkotika, pengganguran dsb) Kepala BKKBN RI berharap bahwa peserta JPI 2016 dapat mewakili pemuda lainnya untuk berkontribusi membangun semangat pemuda Indonesia lainnya untuk menjadi generasi Bangsa yang bermatabat dan berprestasi.

20161026_091508

Disambut oleh Nanang dan Galuh (Kakak) saat tiba di Bandara Tjilik Riwut

Pada pagi hari, seluruh peserta JPI 2016 melaksanakan Senam Kreasi Budaya, yang mana setiap perwakilan provinsi memandu senam dan peserta lain dari seluruh provinsi mengikuti. Biasanya disela-sela dan akhir momen ini saya gunakan untuk bisa berkenalan dan berjaring dengan duta provinsi lain.

Di hari berikutnya kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan Pawai Budaya Nusantara, yang mana semua kontingen per wilayah berpakaian adatnya masing-masing dan menampilkan dengan singkat budaya mereka sebagai bentuk untuk memperkenalan diri dan budaya asalnya kepada Ketua KEMENPORA RI, Gubernur Kalimantan tengah dan masyarakat sekitar.

DSC_8417.JPG

Atraksi Debus di depan Panggung Kehormatan

Tepat pada tanggal 28 oktober 2016, kami peserta JPI 2016 juga melakukan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di Lapangan Olah Raga Senaman Mantikei, Palangka Raya. Acara ini dihadiri oleh seluruh komunitas muda dan para pejabat Kalimantan Tengah. Di dalam acara ini ada kegiatan penyatuan tanah dan air yang merupakan simbol bahwa kita semua satu, serta ada juga pemberian penghargaan bagi anak muda yang telah menjadi pelopor untuk melakukan pergerakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Begitu banyak kegiatan lainnya yang peserta JPI lakukan seperti workshop keterampilan, pameran hasta karya budaya, Pentas Budaya dan bonusnya adalah bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata (sungai Kahayan, Museum Balanga, dan Arboterum Nyaru Menteng). Kegiatan ini pun akhirnya resmi di tutup di acara Malam Puncak JPI 2016, semua peserta saling bergenggaman tangan dan menangis haru di tengah-tengah api unggun.

jika

Kegiatan JPI 2016

Pada intinya, disini saya memahami bahwa Indonesia begitu kaya dan beragam, dan toleransi menjadi pondasi utamanya. Saya juga memahami bahwa belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja. Dunia ini masih sangat luas untuk kamu tapaki jadi, perbanyaknya berjejaring untuk merealisasikan besar dan luasnya mimpimu. Let’s actualize ourselves but must be humble yaa🙂

Semoga kamu yang selanjutnya ikut kegiatan JPI 2017 di Gorontalo atau kegiatan bermanfaat lainnya. AMIN🙂

 

Penulis: imagustiana

Mahasiswi BKI, Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab - IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s