BKI FUDA IAIN SMH BANTEN

Pengembangan Hubungan dan Spektrum Konseling (Makalah Workshop PKBKI Bimbingan Rohani dan Terapi Qurani 2012)

Tinggalkan komentar

Pada hari Jumat-Sabtu, 23-24 Nopember 2012, Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling Islam (PKBKI) Jur. BKI Fak. Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten mengadakan Workshop Terapi Qurani dan Bimbingan Rohani di Rumah Sakit. Berikut ini salah satu makalah yang dipresentasikan dalam kegiatan tersebut.

PENGEMBANGAN HUBUNGAN KONSELING DAN SPEKTRUM KONSELING

Dra. Ai Solihat,Kons

Mahasiswa BKI bersama dengan Dra. Ai Solihat, Kons. dalam Workshop PKBKI "Terapi Qurani dan Bimbingan Rohani di Rumah Sakit"

Apakah konseling itu? Bagaimana proses konseling? Apa dan untuk apa hubungan konseling itu?

Karakteristik hubungan konseling efektif

Apakah empati itu?

·               Kemampuan untuk menyelami perasaan, pikiran, tindakan klien menurut kerangka acuan konseli

·               Kemampuan untuk memahami secara akurat perasaan dan makna-makna pribadi konseli dan kemudian mengkomunikasikan pemahaman itu

·               Kemampuan memahami orang lain sesuai dengan sudut pandang orang lain itu

Untuk apa empati?

·         Mengembangkan rapport

·         Memperoleh informasi

·         Mendorong eksplorasi

Bagaimana menyatakan empati?

·         Non verbal

Ø  Memandang ke mata klien

Ø  Badan condong ke arah klien

Ø  Tidak berpangku tangan

Ø  Jika duduk, kaki tdk diangkat ke atas atau digerak-gerakkan

Ø  Mengikuti gerakan klien (pacing)

Ø  Menggunakan sentuhan scr tepat

Ø  Jarak fisik mencukupi (kira 2 1 meter)

Ø  Menepati janji, tepat waktu

·         Verbal

Ø  Memberikan perhatian verbal

Ø  Meminta penjelasan (klarifikasi)

Ø  Mengajukan pertanyaan eksploratif (probing)

Ø  Menyatakan kembali isi pesan (parafrase)

Ø  Memantulkan perasaan (refleksi)

Ø  Membuat rangkuman  (merangkum)

Apakah genuineness itu?

·               Asli, menjadi diri sendiri

·               Jujur, autentik, tidak palsu

·               Tidak memainkan peran tertentu

·               Sungguh-sungguh dalam menolong

·               Tulus

·               Tanpa pamrih

·               Terdorong oleh motif intrinsik

Bagaimana menyatakan genuineness?

         Cormier & Cormier (1991), lima komponen genuineness

–    Perilaku nonverbal yang mendukung*)

–    Perilaku peran*) tdk menekankan pada status

–    Kongruensi*) èkonsisten, tidak kontroversi

–         Keterbukaan*)

–    Spontanitas*) è mengekspresikan diri scr natural

Apakah penghargaan positif itu?

·               Sering disepadankan dengan respek

·               Kemampuan untuk menghargai dan menerima konseli sebagaimana adanya dengan segala keunikan, kelebihan dan kekurangannya.

·               Dalam penghargaan positif itu tidak mengandung/memberikan penilaian, tidak menuntut kondisi/syarat tertentu

Bagaimana menyatakan penghargaan?

·               Memperlihatkan komitmen yang tinggi

         (menepati janji, penjaga privasi dan kerahasiaan, menerapkan semua kemampuan)

·               Mengkomuniksikan pemahaman

         (lihat materi empati)

·               Memperlihatkan sikap tidak menilai/netral

         (tidak menilai dan menyalahkan)

·               Memperlihatkan sikap hangat

         Verbal è            kesegeraan (imediacy):

                        imediasi konselor

                        Imediasi klien

                        Imediasi hubungan

·               NONVERBAL

DIMENSI                               INDIKATOR

Suara                                       Lembut, layak dengar

Ekspresi wajah                        Tersenyum, antusias

Kontak mata                           Menatap dengan soft

Posture                                    Rileks, condong depan

Sentuhan                                 Memegang, menepuk

Gesture                                    Tengan terbuka

Jarak fisik                                Dekat, layak dengar

Berikan gambaran problemmu dengan menggunakan satu kata,”

KITA BISA
Ayo Mulai dari Sekarang…!

SPEKTRUM KONSELING

Konsep Dasar

Pelayanan :

·           Konseling Perorangan

·           Bimbingan Kelompok

·           Konseling Kelompok

·           Konsultasi

·           Mediasi

Skenario

·           Konsep Dasar Konseling

·           Setting : Perorangan dan Kelompok

·           Konsultasi

·           Mediasi

Konseling Perorangan
Isu di Lapangan

·           Penstrukturan konseling tidak jelas

·           Penggalian data tidak sistematis

·           Konselor larut dalam konseling

·           Hanya omong-omong biasa

·           Hanya bersifat nasihat biasa

·           Tanpa melalui tahap-tahap konseling

·           Tanpa penggalian perasaan, sikap dan kepribadian klien

·           Klien tidak siap konseling

·           Konselor kurang mampu mendifinisikan masalah siswa (pada tahap awal)

·           Konselor kurang terampil dalam mengaplikasikan tehnik-tehnik konseling

·           Kebanyakan Konselor kurang memahami tahapan-tahapan konseling

·           Sering menampilkan “profil orang tua” daripada “profil konselor”

·           Masalah yang dibahas sering masalah sekunder bukan masalah “primer”

Konsep Dasar
Prinsip-prinsip Kunci

Kalau kita ingin menjadi seorang konselor, mari, memulai berpikir, berdiskusi, dan bertindak sebagai seorang konselo mulai di sini dan sekarang.

[Konseling adalah) BANTUAN [dalam] memecahkan masalah [agar] KLIEN: tumbuh-kembang optimal, tumbuh kembang optimal ke arah yang dipilihnya dan peningkatan kualitas effective daily living

 1. Konseling :

Didasari dan dikembangkan atas pandangan potensi positif manusia

  Klien adalah individu yang memiliki kemampuan untuk memilih  tujuan, membuat keputusan, dan mampu bertanggung jawab

 2. Konseling :

“Berangkat dari kondisi “pesimis” berakhir dalam kondisi “optimis”

 3. Konseling :

Proses Pencerahan

 4. Konseling :

Proses Pembelajaran

(sadar, terencana, sistematis, akuntabel : terjadi proses belajar pada diri klien)

 5. Konseling :

Proses “bantuan”, “fasilitasi” : untuk klien, bukan untuk konselor atau untuk yang lain. Keberadaan konselor untuk klien

KTPS

·         Aku mau mendampingi dirimu

·         Aku mau cintai kekuranganmu

·         Slalu bersedia bahagaikanmu

·         Apapun terjadi, kujanjikan aku ada…

6. Konseling :

Berfokus pada saat ini dan masa depan…

   Berfokus pada perubahan tingkah laku, bukan hanya membantu klien menyadari masalahnya.

7. Konseling :

   Statement

                        Comitment

                                                   Action

Konseling = Wanita

·         Kalau kau benar-benar sayang padaku

·         Kalau kau benar-benar cinta

·         Tak perlu kaukatakan semua itu… cukup tingkah laku….

Tujuan

Memfasilitasi klien agar terbantu untuk :

·         menyesuaikan diri secara efektif terhadap diri sendiri dan lingkungannya

·         mengarahkan dirinya sesuai dengan potensinya yang dimilikinya ke arah perkembangan yang optimal

·         meningkatkan pengetahuan dan  pemahaman diri

·         memperkuat motivasi untuk melakukan hal-hal yang benar

·         mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk mengekspresikan perasaannnya

·         meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk mengambil keputusan yang efektif

·         meningkatkan hubungan antar pribadi.

ASAS KONSELING
(Etika Dasar)

·           Kesukarelaan

·           Kerahasiaan

·           Keputusan diambil oleh klien sendiri

KOMPONEN KONSELING

1. KONSELOR

·         Seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan (konseling) kepada klien.

·         Aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling.

·         Memiliki seperangkat kompetensi

Kompetensi Personal yang diharapkan :

·         Memiliki keyakinan yang mantap tentang hidup, manusia, dan masalah-masalahnya

·         Mampu mereduksi kecemasan, tidak tertekan, tidak menunjukan sikap bermusuhan, tidak membiarkan diri “menurun” kapasitanya.

·         Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain

·         Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri

·         Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang

2. Klien

·         Individu yang sedang mengalami masalah, atau setidak-tidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin  disampaikan kepada orang lain.

·         Melalui konseling klien menginginkan :

·         mendapatkan suasana fikiran yang jernih

·          perasaan yang lebih nyaman,

·         nilai tambah, hidup yang lebih berarti

·          hal-hal positif lainnya yang bermakna dalam menjalani hidup sehari-hari .

Klien datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda

·          kemauan sendiri untuk menemui konselor

·          perantara orang lain

·          datang karena terpaksa (diperintah oleh pihak lain)

·                      Apapun latar belakang kedatangan klien dan bagaimanapun kondisi klien, harus disikapi, diperhatikan, diterima, dan dilayani sepenuhnya oleh konselor.

3. Konteks Hubungan Konselor-Klien

·         Hubungan konselor -klien  : hubungan membantu (helping relationship) : meningkatkan pertumbuhan, kematangan, fungsi, dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak klien

·         Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor-klien : (a) afeksi, (b) intensitas,(c) pertumbuhan dan perubahan, (d) privasi, (e) dorongan, (f) kejujuran

Peluncuran Konseling

Perorangan

Kelompok

Defensif

Ofensif

Cinta

Senyum

MARI MULAI BELAJAR…..

ISU KONSELING PERORANGAN

·         Penstrukturan konseling tidak jelas

·         Klien tidak siap konseling

·         Penggalian data tidak sistematis

·         Konselor larut dalam konseling

·         Hanya omong-omong biasa

·         Hanya bersifat nasihat biasa

·         Tanpa melalui tahap-tahap konseling

·         Konselor kurang terampil dalam mengaplikasikan tehnik-tehnik konseling

·         Sering menampilkan “profil orang tua” daripada “profil konselor”

·         Masalah yang dibahas sering masalah sekunder bukan masalah “primer”

KONSELING TRAIT AND FACTOR
KONSELING PROFESIONAL

·         Dapat dipertanggungjawabkan dasar keilmuan dan teknologinya
·         Berdasar acuan dari model konseling tertentu

MODEL KONSELING

·         Sistem konseling yang dirancang dan didesain berdasarkan teori dan terapannya sehingga muwujudkan suatu struktur performansi konseling.

·         Bagi konselor, penggunaan pendekatan konseling merupakan pertanggung jawaban ilmiah dan teknologis dalam menyelenggaraan konseling.

Konsep Dasar

·         Individu adalah unik dalam berbagai aspek tingkah lakunya.

·         Dalam keterbatasan faktor genetik, tingkah laku dapat diubah, dalam batas-batas fungsi organisme dan lingkungan.

·         Ciri-ciri tingkah laku individu cukup konsisten sehingga memungkinkan dilakukan generalisasi dalam mendeskripsikan tingkah laku dari waktu ke waktu.

·         Tingkah laku individu merupakan hasil dari statusnya sekarang, pengalaman-pengalaman, dan seting sosial dan fisik.

·         Tingkah laku individu dapat diatur dan diukur,  (dimensi pengukuran menjadi elemen pokok dalam konseling Trait & Factor ).

·         Perbedaan individu dapat diidentifikasi secara objektif.

·         Perbedaan-perbedaan saat ini berhubungan dengan perilaku sosial di masa yang akan datang.

Hakikat Manusia

·         Manusia dilahirkan dengan membawa potensi baik dan buruk.

·         Manusia bersifat bergantung dan hanya berkembang secara optimal di tengah-tengah masyarakatnya.

·         Manusia selalu ingin mencapai hidup yang baik (good life).

·         Manusia banyak berhadapan dengan banyak pilihan-pilihan yang diintrodusir oleh berbagai pihak.

·         Manusia merupakan individu yang unik.

·         Manusia memiliki ciri-ciri yang bersifat umum.

·         Manusia bukan penerima pasif atas pembawaan dan lingkungannya.

·         Hubungan kemanusiaan antara konselor dengan klien dalam usaha mengarahkan dan membina perkembangan diri.

·         Cara/teknik untuk menfasilitasi individu dalam rangka mendapatkan identitasnya, mempermudah mencapai keinginannya untuk memahami diri sendiri, dan dalam mewujudkan aspirasinya.

Kondisi-Kondisi Konseling

•  Tujuan konseling

 

§  Memfasilitasi klien untuk berpikir tentang  dirinya dan menemukan masalah dirinya serta mengembangkan cara-cara untuk ke luar dari masalah tersebut.

2. Klien/Konseli

 

·         Selama konseling

·          Sedapat mungkin datang secara sukarela, walaupun demikian bila ia dikirim berdasarkan pengalaman tidak terlalu berbeda efektifnya

·          Bersedia belajar memahami dirinya sendiri dan mengarahkan diri

·          Menggunakan kemampuan berpikirnya untuk lebih memperbaiki dirinya sehingga dapat mencapai kehidupan yang rasional dan memuaskan

·          Bekerjasama dengan konselor dan bersedia mengikuti fasilitasi konselor dalam proses pengubahan.

·           Setelah konseling

·          Melaksanakan keputusan yang telah diambil dalam konseling

·          Bertanggung jawab atas segala keputusan dan bersedia menerima konsekuensinya

3. Konselor

·         Sikap Konselor:

·          menempatkan diri sebagai guru

·          menerima sebagian tanggung jawab atas keselamatan klien

·          bersedia mengarahkan klien ke arah yang lebih baik

·          tidak netral sepenuhnya terhadap nilai-nilai

·          yakin terhadap asumsi konseling yang efektif.

·         Keterampilan:

·          memiliki pengalaman dan keahlian dalam hal teori perkembangan manusia dan pemecahan masalah

·          memanfaatkan teknik pemahaman individu

·          melaksanakan proses konseling secara fleksibel,

·          menerapkan strategi pengubahan perilaku

·          menjalankan perannya dalam :

Ø   mengajar individu belajar

Ø   mengajar individu mengenali motivasi-

    motivasinya

Ø   mengajar individu pengubah perilakunya

    menjadi perilaku yang memadai untuk

    mencapai tujuan pribadinya.

4. Hubungan konseling

§   Konseling merupakan  thinking relationship yang lebih menekankan peranan berpikir rasional walaupun tidak sama sekali meninggalkan aspek emosional.

§   Konseling berlangsung dalam situasi hubungan yang bersifat pribadi, akrab, dan empatik.

§   Konseling dapat bersifat remediatif maupun developmental.

§   Konselor dan klien, melakukan peranannya secara proporsional.

Proses Konseling

·                        Analisis

·                        Sintesis

·                        Diagnosis

·                        Prognosis

·                        Konseling (treatment)

·                        Follow-up

Analisis

·           Langkah awal, mengumpulkan informasi tentang diri klien dan latar kehidupannya.

·           Tujuan:memperoleh pemahaman tentang diri klien sehubungan dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh penyesuaian diri, baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang.

·           Alat pengumpul data: catatan kumulatif, wawancara, format distribusi waktu, otobiografi, catatan anekdot, dan tes psikologis.

Sintesis

·          Langkah untuk merangkum, mengolong-golongkan serta menghubung-hubungkan data yang telah dikumpulkan sehingga tergambarkan keseluruhan pribadi klien.

·         Gambaran kelebihan dan kelemahan klien akan dilukiskan pada tahap ini.

Diagnosis

·         Langkah menarik simpulan logis mengenai masalah  yang dihadapi klien atas dasar gambaran pribadi klien hasil analisis dan sintesis.

·         Langkah ini dilakukan dalam tiga kegiatan :

·          mengidentifikasi masalah

·          merumuskan sumber-sumber penyebab masalah (etiologi)

·          melakukan prognosis (tahap 4 proses konseling).

·         Identifikasi Masalah

·          Pada tahap ini dirumuskan masalah yang dihadapi klien saat ini

·          Penentuan masalah dapat dilakukan atas dasar kategori yang dikemukakan oleh Bordin atau Pepinsky

Bordin:

·         Dependence (ketergantungan)

·         Lack of information (Kekurangan Informasi)

·         Self-conflicts (Konflik diri)

·         Choice anxiety (Kecemasan membuat keputusan/pilihan)

·         No problems ( “merasa” tidak mempunyai masalah)

 

Pepinsky

·         Lack of assurance (kurangpastian/ ragu-ragu)

·         Lack of information (kurang informasi)

·         Lack of skills (kurang ketrampilan)

·         Dependence (ketergantungan)

·         Self conflicts (konflik diri)

·         Etiologi

  (merumuskan sumber-sumber penyebab masalah)

·          Menentukan sebab-sebab timbulnya masalah, dua sumber : internal dan/atau eksternal.

·          Pencarian hubungan antara masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang.

·          Dalam menentukan penyebab menggunakan  data yang terungkap pada tahap analisis

Prognosis

·           Memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada

Contoh :

·           Jika klien inteligensinya rendah, maka ia akan rendah pula prestasi belajarnya

·           jika ia tidak berminat pada suatu tugas/pekerjaan, maka ia akan gagal memperoleh kepuasan dalam bidang kerja tersebut

·           jika klien rendah bakatnya di bidang mekanik, maka kemungkinan besar ia akan gagal studi pada program studi teknik mesin.

Konseling

·           Konseling dapat dipandang sebagai keseluruhan proses pemberian bantuan, tetapi juga dapat dipandang sebagai salah satu tahap proses konseling.

·           Konseling dipandang sebagai salah satu tahap berarti, maknanya bahwa tahap-tahap sebelumnya, seperti -–analisis, sintesis, diagnosis, dan prognosis—dapat dilakukan konselor sebelum konseling

·         Pada tahap konseling dilakukan :

·                                    Pengembangan alternatif pemecahan masalah

·                                    Pengujian alternatif

·                                    Pengambilan keputusan.

Pengujian Alternatif Pemecahan Masalah

·         Di antara sejumlah alternatif yang dikembangkan manakah yang akan di-implementasikan?

·         Untuk menentukan mana alternatif yang akan diimplementasikan perlu diuji : kelebihan  dan kelemahan, keuntungan dan kerugian, faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat,  apabila alternatif tersebut dilaksanakan.

Pengambilan keputusan

·         Alternatif-alternatif penyelesaian masalah yang telah diuji ditentukan manakah yang akan dilaksanakan.

·         Syarat yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif yaitu hal ketepatan dengan masalah klien, kegunaan alternatif bagi klien, dan feasibilitas alternatif yang dipilih.

·         Pengambilan keputusan

·         Alternatif-alternatif penyelesaian masalah yang telah diuji ditentukan manakah yang akan dilaksanakan. Syarat yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif yaitu hal ketepatan dengan masalah klien, kegunaan alternatif bagi klien, dan feasibilitas alternatif yang dipilih.

6. Follow Up

·         Langkah follow-up dapat diartikan sebagai hal-hal yang perlu direncanakan dari alternatif yang dipilih untuk dikembangkan dan/atau tindak lanjut dari alternatif yang telah dilaksanakan di lapangan.

Teknik Konseling TF

·         Model TF mengakui  individual differences, sehingga tidak ada teknik-teknik tertentu yang cocok untuk semua orang.

·         Dalam konseling dituntut fleksibilitas teknik

·         Beberapa teknik-teknik dasar konseling yang dikembangkan Williamson yang dapat dimodifikasi oleh konselor di lapangan.

·         Establishing Rapport (Peneguhan hubungan baik)

·          Untuk menciptakan hubungan baik, konselor perlu menciptakan suasana hangat, bersikap ramah dan akrab, dan menghilangkan kemungkinan situasi yang  mengancam

·          Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Ø   reputasi konselor, khususnya dalam

    kompetensi

Ø   penghargaan dan perhatian konselor

Ø   kemampuan konselor dalam menyimpan

    rahasia

·         Cultivating self-understanding     (Memperbaiki pemahaman diri)

·          Usaha pertama konselor adalah membantu klien lebih mampu memahami diri sendiri yang mencakup segala kelebihan dan kelemahannya.

·          Selanjutnya, klien dibantu mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan kelebihannya.

·          Untuk itulah maka dapat dimengerti bahwa konselor harus menginterpretasikan data, termasuk data testing.

·          Teknik ini harus menjadi perhatian utama konselor pada tahap analisis, sintesis dan diagnosis.

·         Advising or Planning a Program of Action (Pemberian nasehat atau perencanaan program kegiatan)

·          Tugas konselor setelah membantu klien mengenali dirinya adalah membantu klien merencanakan program tindakan.

·          Oleh karena pemahaman yang relatif terbatas pada konselor, maka dalam mengembangkan alternatif penyelesaian masalah, hendaknya konselor tidak selalu menggunakan saran langsung.

·          Saran dapat diberikan, namun hendaknya dipilih saran persuasif atau saran eksplanatori.

·         Carrying-out The Plan (Melaksanakan rencana)

·          Rencana program tindakan yang telah dibuat dan disertai dengan pengujian kelebihan dan kekurangannya, diikuti dengan pengambilan keputusan oleh klien.

·          Rencana yang diputuskan untuk dipilih dapat diikuti dengan saran langsung terhadap hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan rencana yang telah dipilih tersebut.

·         Referral

   Alih tangan kepada pihak lain yang lebih kompeten

·          Kemampuan konselor terbatas, sehingga tidak semua masalah klien dapat dibantu oleh konselor

·          Dalam hal konselor tidak mampu membantu klien, maka hendaknya ia kirimkan kepada pihak lain (orang/lembaga) yang lebih berwewenang.

Penulis: bkiiainbanten

Ini adalah blog tidak resmi dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Dakwah Dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s