BKI FUDA IAIN SMH BANTEN

Seminar dan Rakernas Mahasiswa BPI/BKI se-Indonesia

2 Komentar

Oleh: Muflihah

Acara siang itu benar-benar menarik dan luar biasa kami ber-empat dan kawan-kawan BKI dari seluruh UPTN sangat antusias sekali mendengarkan Materi yang dibawakan oleh para Narasumber yang benar-benar kompeten dalam BK tersebut. Para narasumber begitu enak dan pandai menyampaikan materi. hingga kami pun sangat tertarik untuk bertanya lebih banyak masalah permasalahan jurusan BKI.

Undangan seminar nasional dan rapat kerja nasional jurusan bimbingan konseling Islam (BKI) kami peroleh dari group forum komunikasi mahasiswa BKI. Kami diundang oleh universitas negri islam kali jogo jogjyakarta untuk mengadakan seminar nasional dan rapat kerja. senang rasa nya mendapatkan undangan tersebut, karena kami dari seluruh  jurusan BKI dari seluruh universitas se-indonesia akan berkumpul dalam satu tempat untuk membahas mengenai jurusan BKI.

            Keberangkatan kami ber-empat yang didelegasikan oleh HMJ (himpunan mahasiswa jurusan) di mulai pukul 15.00 tepatnya hari jum’at sore tanggal 27 april 2012, kami ber-empat Muflihah (pen) , puji rosa nurjanah, tiyas yasinta dan aan sunefi berangkat menuju jogja dari stasiun kebon sari transit di tanah abang, perjalanan menggunakan kreta ekonomi kami nikmati selama perjalanan, sekalipun bising dan kurang kondusif bahkan kamipun tak dapat tempat duduk, namun kami ber-empat tetap senang menikmati perjalanan kami, karena yang ada di hati kami adalah ingin cepat sampai ke jogja dan bertemu teman-teman satu jurusan dari seluruh universitas di Indonesia. Sesekali suara pengamen, pedagang dan pengemis tak luput dari pendengaran kami, sesekali kami memberi dan sesekali kami tidak bisa memberi, karena keterbatasan Dana yang kami peroleh dari HMJ cukup minim namun cukup untuk 4hari di jojga.

            Pukul 19.05 kami tiba di stasiun tanah abang, rasa letih, lapar mulai menghinggap, setelah turun dari kreta api, kami ber-empat bergegas menuju mushallah untuk menjalankan shalat maghrib setelah itu kami ber-empat menuju rumah makan untuk mengisi perut yang kosong. Suasana di Stasiun Tanah Abang sama seperti di stasiun lainnya ramai, namun bedanya di stasuin tanah abang jauh lebih ramai dan padat pengunjung. kereta api juga jauh lebih banyak karena, pengunjung datang dari berbagai Daerah yang akan menuju masing-masing tempat tujuan.

            Pukul 20.07 kami ber-empat mulai melanjutkan perjalanan menuju jogjyakarta. kami ber-empat masih tetap menggunakan kereta ekonomi, namun gerbong kereta dari stasiun tanah abang jauh lebih lumayan dari kereta ekonomi sebelumnya, setidaknya di kereta ekonomi arah jogja kami ber-empat mendapatkan tempat duduk dan kereta nya pun ada toilet sehingga kami ber-empat tidak kesulitan jika ingin kekamar mandi, dalam perjalanan menuju jogja kami ber-empat tak luput dari obrolan dan candaan guna mengusir rasa bosan selama 12 jam perajalan menuju jogja, disetiap stasiun di beberapa daerah kereta yang kami naiki transit, jadi sedikitnya kami tahu daerah-daerah di pulau jawa, ya walaupun hanya stasiunnya saja yang kami singgahi tapi kami ber-empat cukup senang, bisa tahu stasiun, Cirebon, kuningan, kebumen, pekalongan, dll. Walaupun stasiun yang kami singgahi tidak begitu jelas karena suasana malam.

            Malam itu rasa dingin di kereta api tidak begitu terasa karena kebetulan kereta tidak ada fasilitas Air conditioner (AC) hanya sesekali sepoy angin kami rasakan dari lubang jendela kereta, lumayanlah jadi tak begitu gerah dan panas. Hampir tengah malam menjelang, suasana kereta api mulai sunyi beberapa penumpang mulai terlelap dari rasa letihnya, termasuk ketiga kawankuku juga sudah mulai terlelap dengan wajah letih yang aku lihat dari raut  wajahnya. Hanya bunyi real kreta dan klakson Masinis kereta saja yang aku rasakan tengah malam itu.

            Pagi mulai menjelang, aku sedikit bertanya kepada penumpang lain, masih lamakah arah jogja? Ya kira-kira 2jam perjalanan lagi, hemmm grutu aku dalam hati, lumayan masih lama, pegal akurasakan ketika hendak beranjak dari tempat dudukku, sesekali aku berusaha jalan ke arah toilet guna menghilangkan kaku otot selama perjalanan, berjam-jam duduk manis di bangku kereta.

            Pukul 07.00 kami sampai di stasiun lempuyangan jogjya, wah senang rasa nya, lega bercampur gembira, akhirnya sampai juga ketempat tujuan, kami ber-empat segera beranjak turun dari kereta menghindari desak-desakan menuju pintu keluar. Turun dari kereta kami ber-empat berusaha mengabadikan melalui camdic teman kami puji, ciss kami foto-foto walaupun belum mandi bercampur rasa letih, kami ber-empat tepat eksis bergaya didepan camera digital.

            Tak butuh waktu lama untuk kami bergegas meninggalkan stasiun menuju tempat tujuan, karena kami sudah mempunyai planning sebelum menuju WISMA DINSOS tempat kami menginap selama SEMNAS dan RAKERNAS, kami berencana akan mengunjungi tempat panti yang pernah dikelola oleh dosen kami, Pak Fakhrurrozi. Kebetulan di antara teman sepejalanan kami, ada Tiyas Yasinta, adik dari dosen kami tersebut. Dengan adanya tiyas yasinta yang asli orang jogja, maka setelah sampai jogja, kami tidak kebingungan masalah arah, karena kami sudah punya guide tersendiri, hehe.

            Kami ber-empat menyewa mobil trevel  guna mempersingkat waktu, tak banyak kocek yang kami keluarkan hanya 25.000,00 rupiah saja, kami sudah bisa menyewa mobil. Kami mulai melanjutkan perjalanan menuju panti asuhan yang kami tuju, sesekali sopir yang membawa kami mengajak mengobrol sambil bertanya kami asal dari mana dan tujuan datang kejogja untuk berlibur atau ada keperluan lain, ramah sekali sopir itu wajah nya pun lumayan tampan, hehehe, sesekali  kami menanggapi obrolan bapak sopir itu, tak terasa hanya 15 menit perjalanan dari stasiun lempuyangan kami tiba di  Panti Asuhan Madani kampung kuning, sleman jogja.sambutan hangat kami rasakan dari semua penghuni Panti senang rasanya,ibu panti nya pun ramah dan hangat, kami langsung disedikan kamar untuk kami ganti pakaian dan beristirahat dari letihnya perjalanan. Tak berlama-lama kami ber-empat Istirahat dari letih nya perjalanan, karena pukul 08.00 Registarasi peserta di mulai. Pukul  07.30 kami menuju UIN kali jogo menggunakan Mini bus kocek yang kami keluarkan lumayan murah hanya 2500 saja. Disepanjang perjalanan menuju UIN Kali Jogo tak lepas kami memandangi kota jogja yang sangat menarik untuk kami pandangi, disepanjang jalan kami melihat banyak sekali tokoh-tokoh batik yang menjadi khas kota jogjya, becak yang khas dengan bapak-bapak yang sudah paruh baya namun tetap kuat dan energic mengayun becaknya, sesekali saya mendengar bapak tukang becak bercerita tentang kota jogja kepada penumpangnya wah pemandangan yang jarang saya temukan di daerah saya. Udura pagi  di jogjya sangat sejuk waktu itu, karena memang jogjya masih Alami, polusi pun jarang aku menjumpai nya, hemm jogja memang kota yang sangat menarik.

            Sabtu 29 April 2012 Pukul 09.00 kami tiba di UIN Kali jogo. Ternyata kami telat, Sesampainya di  SUKA kami kebingungan karena kampusnya nya yang sangat luas, dan gedung fakultas nya pun sangat banyak, sambil menunggu Panita menjemput kami, sesekali kami berkeliling melihat-lihat kampus nan indah itu, sambil tak lepas dari kamera untuk mengabadikan keberadaan kami di UIN SUKA.

            Pukul 09.20 panita menjemput kami, kami pun dibawa oleh kendaraan bermotor menuju Convention Hall SUKA, setibanya di ruang lobby kami langsung regestrasi peserta dengan mengisi formulir, selesai mengisi formulir kami menuju ruangan tempat acara SEMNAS berlangsung, tabjuk sekali kami melihat Convention Hall yang begitu besar, bagus dan rapih sudah dimiliki oleh kampus negri, dalam hati aku menggerutu kapan ya kampus kami bisa seperti ini.

            Pukul 09.30 acara sudah dimulai dan kami telat beberapa menit tepat nya hamper setengah jam, siang itu Seminar nasional menghadirkan beberapa pembicara diantaranya:

  1. Dr.M.M Sri Hastuti ( tokoh konseling Indonesia “penulis buku BK di institusi pendidikan)
  2. Prof. Dr. Anwar Sutoyo, M.Si ( Pakar Konseling Islam “Guru besar pascasarjanah UNES)
  3. Prof. Dr. KH. Syukriadi Sambas. M.Si (Guru besar UIN sunan gunung jati Bandung)

Acara siang itu benar-benar menarik dan luar biasa kami ber-empat dan kawan-kawan BKI dari seluruh UPTN sangat antusias sekali mendengarkan Materi yang dibawakan oleh para Narasumber yang benar-benar kompeten dalam BK tersebut. Para narasumber begitu enak dan pandai menyampaikan materi. hingga kami pun sangat tertarik untuk bertanya lebih banyak masalah permasalahan jurusan BKI. Jam sudah mulai menunjukan jam 13.00  acara Seminar nasional dengan Tema “Reaktualisasi Peran Bimbingan Konseling Islam dalam Menghadapi Tantangn Zaman”. Akhirnya berakhir, kami mengahiri acara SEMNAS itu dengan rasa senang dan lega dan bertambah motivasi lagi tentang Masa Depan BKI akan lebih baik dari jurusan yang lainnya, senang aku bisa mengambil jurusan BKI.rasa senang juga kami rasakan karena kami dapat mengikuti acara hingga usai.

            Pukul 13.10 Panitia Mempersilahkan kami untuk mengambil nasi box untuk makan siang  setelah itu kami diarahkan oleh Panitia untuk siap-siap menunju tempat penginapan di Aula wisma DINSOS, Sambil menunggu mobil jemputan. kami mulai berkenalan dengan teman-teman dari beberapa UPTN. Sperti biasa kami tidak luput dari kamera Digital untuk Dokumentasi kami ketika kembali ke Banten. Di sepanjang perjalanan kami mengobrol dengan teman-teman baru kami, sambil bercerita tentang Daerah  Asal masing-masing dan tentunya tentang perkembangan jurusan BKI di kampus kami masing-masing.

            Pukul 13.30 kami sampai di Wisma DINSOS, tak berlama kami segera menuju Mushallah untuk melaksanakan shalat dzuhur, sambil beristirahat melepas lelah diperjalanan semalam. Kamar pun sudah dibagi dan kami bertiga Muflihah, tiyas dan puji mendapatkan nomor kamar 24. Sementara teman kami Aan sunaefi dia dikamar yang lain, karena kebetulan dia laki-laki satu-satunya perwakilian Delegasi dari IAIN”SMH” Banten.

            Setelah kunci sudah kami dapat, kami segera menuju kamar, ternyata kamar tidur nya nyaman sekali persis seperi hotel walaupun tidak berbintang, kami pikir kami akan tidur di Aula bersama-sama dengan yang lain ternyata dugaan kami meleset, panitia SUKA ternyata menyiapkan sedetail mungkin untuk acara ini, kami pun mendapatkan pelayanan yang baik dari teman-teman Panitia SUKA, Penginapan yang nyaman, acara yang teratur, dan makan yang enak dan sambutan yang hangat dari kawan-kawan SUKA. Kota jogjya pantas disebut dengan kota yang nyaman dan asri, orang-orang di jogjya ramah tamah, aku pun sampai betah dan ingin berlama di jogjya.

            Pukul 15.00-17.00 Kami bersiap untuk menuju Aula guna mengikuti acara Stadium General dengan menghadirkan narasumber “ KETUA ASOSIASI PSIKOLOGI ISLAM CABANG YOGYAKARTA” seperti biasa kami sangat tabjuk dengan kepandaian narasumber dalam menyampaikan Materi dengan Menarik dan mudah di mengerti, sedikit banyaknya kami membahas masalah “Hipnotherapy metode islami” didalam Aula yang lumayan nyaman dan kondusif. tak luput kami juga membahas bagaimana cara menjadi seorang Konselor Islam yang baik dan solutif yang didasarkan pemecahan masalah diambil dari al-qur’an. Acara Stadium General berakhir dengan rasa puas dan yang paling menarik adalah Bpk Sus budhiharto (Narasumber) mengajak kami untuk melakukan praktek hypnotherapy islami kepada korban becana di Merapi, tepatnya di Desa Binaan korban Bencana Merapi, Cangkringan, sleman, jogjayakarta.

            Pukul 22.00-23.00  RAKERNAS di mulai dengan Agenda pemilihan ketua sidang tetap, Malam itu rapat berjalan lancar, tertib dan kondusif, Rapat kerja nasional yang dihadiri banyak Mahsiswa dari berbagi macan Daerah dan Universitas dengan tujuan yang sama namun cara pandang yang berbeda, menjadikan rapat tadi malam berjalan seru dan semangat, karena kami semua saling bertukar pendapat dengan masing-masing argument yang dipertahankan, ya suasana seperti ini persis sekali seperti suasana diskusi makalah yang sering kami lakono dikampus. Selesainya acara rapat. kami dipersilahkan coffee break di ruangan masing-masing sambil beristirahat, namun kami dak kawan-kawan tidak bergegas masuk ruangan kamar. Tetapi, kami bersantai di balkon Wisma DINSOS, indah sekali aku memandangi kota jogjya Malam itu, lampu jalan yang gemerlap, kendaraan yang hilir mudik melewati penginapan kami, namun tidak bising, udara yang sejuk dan angin yangbertiup sepoy nan damai.

            Tawa kami semua pecah malam itu, sambil bertukar no hp dan bercerita tentang daerah kami masing-masing. Coffe malam itu lebih nikmat aku rasakan beberbeda dari biasanya, entah karena suasana yang nyaman yang membuat coffe yang aku minum malam itu lebih nikmat dan enak.  Benar-benar tabjuk dengan keteraturan kota jogjya, bahkan DINSOS nya pun tak terasa seperti hunian yang semerawut yang sering kami jumpai di beberapa daerah. Dalam hati lagi aku berharap bisa mengadakan hal serupa di kampus tercinta kami, walupun secara SDM kurang memenuhi namun kami optimis bisa mengadakan acara lebih baik dari acara ini.

            Senin 30 April 2012 07.30-09.00 Sidang Komisi. Siding plenno, sidang plenno Rakernas,  dan Pelantikan FKM BKI/BPI Se-Indonesia semua nya berjalan tampa hambatan, semua berjalan dengan baik, karena individu kawan-kawan pulau jawa yang ramah dan tidak suka ngotot yang membuat acara tepat seperti yang di Agendakan dalam jadwal.

            13.00 Kami semua diberangkatkan ke cangkringan guna menjalankan kunjungan ke daerah yang terkena bencana merapi, akhirnya acara yang kami tunggu-tunggu tiba juga, kami akan menjalankan apa yang di sarankan bapak Sus budhiharto untuk memberikan hypnotheraphy islami kepada korban bencana merapi .perjalanan menuju cangkringan menggunakan mini bus milik UIN SUKA, perjalanan siang itu tanpa hambatan sedikitpun, perjalanan lancar tanpa macet   dan yang pasti tanpa polusi bahkan jalan berlubangpun jarang kami temui hanya sesekali saja. Sambil bercanda, foto-foto dan mengobrol dengan kawan-kawan yang lain sesekali pandangan kami tak luput dari melihat jalan-jalan kota jogjya, hasrat belanjapun timbul, ingin segera membeli oleh-oleh yang bakal kami bawa pulang nantinya.

            Satu jam setengah kami melewati perjalanan menuju gunung merapi dan akhirnya tiba juga, wah senangnya aku, akhirnya bisa melihat gunung merapi secara dekat, disepanjang jalan merapi aku melihat sisa-sisa kejadian letusan merapi yang banyak memakan korban dan rumah-rumah yang luluh lanta, serta lahar dingin yang sangat deras aku melihatnya, aroma bau kurang sedap yang timbul dari abu vulkanik dan lahar turut kami rasakan juga saat itu, sedikit terenyuh aku melihat rumah-rumah yang kosong dan runtuh yang sudah banyak ditinggalkan penghuninya. sedikit menitikan air mata, namun berusaha menghapus.

            Setibanya ditempat tujuan kami bergegas turun dari mini bus, wah udara nya sejuuuuuukkk sekali khas udara pegunungan, rona kegembiraan aku lihat dari semua kawan-kawan BKI Se-Indonesia. Seperti biasa juga aku melihat pemandangan yang tidak aneh yang sering aku jumpai dibeberapa tempat wisata, yaitu penjual-penjual souvenir yang mencirikan khas daerah merapi. Sore itu banyak sekali pengunjung yang datang bahkan aku melihat juga beberapa wisatawan asal mancanegara. Ketika kami berkunjung ke Merapi saat itu, Merapi sudah kelihatan lebih baik, berbeda ketika bencana itu ada, pohon-pohon disana sudah mulai tumbuh hijau lagi, ada beberapa rumah warga yang sepertinya sudah mulai dibangun kembali dan mulai ditempati  lagi walaupun tidak semua.

            Kami mulai berjalan menapaki gunung merapi sambil sejenak mengambil gambar dengan kamera handphone atau camdic yang kami miliki,disana banyak sekali ojeg wisata, yang siap mengantar pengunjung ke ujung merapi, hanya dengan Rp 10.000 saja kita bisa diantar hingga tepat tujuan, kebanyakan dari semua pengunjung yang datang adalah mereka yang ingin mengenal bahkan tahu tempat tinggal dan makam tokoh legendaries yang sudah cukup banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia yaitu Mbah Marijan, begitu juga kami para peserta SEMNAS dan RAKERNAS yang ingin sekali melihat tempat tinggal mbah marijan lebih dekat.

            Tak terasa kami sudah hampir mendekati makam Mbah Marijan, itu artinya kami sudah berjalan mendaki cukup jauh, terasa sekali kami terengah-engah mengambil nafas, lelah namun tetap menyenangkan, Susana yang indah membuat kami tak menghiraukan rasa lelah yang menderah, oh Tuhan sungguh indah ciptaan mu ini, aku berkata dalam hati penuh tabjuk kepada sang maha pemilik Bumi ini.

            Setibanya di Makam dan tempat tinggal mbah marijan kami semua sedikit berdo’a sambil melihat-lihat sekeliling tempat kejadian merapi itu, di dekat makam mabah marijan terdapat mobil yang katanya dalam cerita dan kronologi yang ada di bacaan, mobil itu adalah mobil relawan yang terbakar oleh wedus gembel dalam perjalanan menyelamatkan warga. Puas kami melihat-lihat apa yang ada disitu kami mulai memainkan lagi kamera kami untuk mengabadikan perjalanan kami ke makam Mbah Marijan.

            17.00 kami mulai turun lagi kebawa karena kami hanya diberikan waktu beberapa jam saja untuk melihat-lihat kejadian yang menimpah merapi dan selebihnya kami akan menjalankan tugas untuk memberikan hypnotherapy kepada korban bencana Alam tersebut. Sebelum menuju Bus kami menyempatkan diri untuk sedikit membeli souvenir khas merapi.

            1 jam perjalanan kami lalui guna menuju Desa Binaan yang di kelola oleh pak sus budhiharto itu, untuk menuju lokasi tersebut kita harus melewati pedesaan dengan khas pegunungan, jalan yang sedikit berjurang namun tetap kondisi jalan aspal rapih tanpa lubang, pohon-pohon khas daerah terpencil namun tetap dengan kondisi asri, nyaman dan sejuk.

Akhirnya kami tiba juga di desa sinarejo, subhanllah Desa Binaan tersebut terlihat nyaman, warga yang ramah kembali Kami jumpai lagi, anak-anak yang lucu dan riang tengah bermain, tak terlihat Nampak diwajah mereka raut muka sedih bahkan murung sekalipun mereka tinggal ditempat yang ala kadarnya yaitu bilik namun mereka tetap gembira, jauh dari perkiraan kami semua. Semuanya terlihat alami tanpa ada perasaan baru terjadi sesuatu, mereka semua terlihat tegar dan nerimo. Kami semua bersalaman kepada warga yang ada ditempat itu sambil bertegur sapa dengan mereka.

            Panitia mulai mengarahkan kami ke mushallah guna menjalankan ibadah sahalat ashar, karena kebetulan kami semua belum shalat ashar. Kami semua bergegas mengambil air wudhu, subhanllah airnya dingin Sekali, bening dan bersih, khas air pegunungan. Kami benar-benar betah di sini. Seusai shalat ashar kami diberikan wejangan oleh ustad yang ada di majlis tersebut dan bpk sus budhiharto juga ikut mendampingi ustd tersebut, sekilas aku memperhatikan fisik ustad itu. Dan aku lihat bagian kakinya ada yang cacat, kaget aku melihatnya, ternyata ustad itu adalah salah satu korban selamat dari Merapi. Ingat sekali kata-kata ustad dalam wejangan nya itu”bahwa kita harus selalu menerima ketetapan Allah sekalipun itu pahit menurut pandangan mata telanjang kita, namun dibalik itu semua ada hikmah yang terkandung dari setiap ujian yang Allah berikan kepada umatanya, intinya adalah sabar.” Sambil menunggu shalat maghrib tiba, ibu-ibu di sana membuatkan kami snack bakwan dan ubi rebus, ya Allah baik sekali ibu-ibu disana, mereka antusias sekali menyambut kedatangan kami Pemandangan yang jarang  aku lihat adalah nenek-nenek yang masih mau belajar baca dan mengaji sekalipun masih bacan iqro 1, tapi mereka tidak merasa malu dan kikuk kepada kami, anak-anak kecil yang ramah yang selalu menyalami kami dan bapak-bapak yang humor. Oh indahnya Desa binaan ini.

            Adzan maghrib pun mulai dikumandangkan oleh salah satu rekan kami dari universitas lain, warga disana mulai merapat ke mushallah untuk berjamah bersama, suasana yang benar-benar menyenangkan sekali. Selesai shalat maghrib pak sus budhiharto mulai memberikan arahan mengenai theraphy yang bakal kita praktekan. Sesi praktek pun mulai di lakukan oleh pak Sus, ternyata kami hanya diminta menyimak terlebih dahulu bagaimana tekhninya tidak praktek langsung, mengingat waktu yang tidak memungkinkan. Sesi praktek itu dimulai dengan dzikir bersama, sambil kita diminta flashback mengingat sangkholik, sedkit meniti air mata kami Ber-empat saat itu begitu juga dengan yang lain mereka menyimak dzikir dengan baik, stelah dzikir selesai pak Sus memberikan motivasi yang sangat luar biasa menyentuh untuk para korban bencana, pak sus pandai sekali memilih kata dan menyampikan pesan moril nya untuk para warga khususnya dan untuk proses pembelajaran umumnya untuk kami semua.

            Waktu pun mulai beranjak tengah malam, proses hypnotherapy sudah selesai kami melanjutkan shalat isyah, selesai shalat isyah panitia menyiapkan makan malam untuk para peserta, sambil makan malam dengan nasi kotak, kami mengobrol dengan ibu-ibu warga korban bencana, sedikitnya kami menanyakan kronologi kejadian, dan bagaimana perasaan korban bencana tersebut, selesai sudah rangkain acara hari itu, berat sekali rasanya ketika ingin beranjak pulang kepenginapan, sesekali sambil menunggu waktu pulang kami foto-foto dengan ibu-ibu dan mbah yang sudah lansia namun tetap semangat, sambil sesekali teman-teman kami memijit mbah-mbah lansia itu, tawa dan senyumnya membuat kami senang sekali, sekalipun kedantangan kami tidak banyak membantu namun mereka tetap senang menerima kedatangan kami. Bus sudah datang dan kami pun harus segera pulang. Berat bercampur gembira kapan-kapan ingin sekali aku kembali kesana.

            Jam sudah menunjukan pukul 20.15 ternyata sudah larut malam, panitia mulai mengabsen satu perastu dari kami, khawatir ada yang tertinggal. Letih sudah rasanya malam itu, sambil menyusuri jalan yang mulai gelap dan terlihat sunyi kami mulai terlelap, namun beberapa diantara kami ada yang belum mampuh terlelap khususnya Aku, rasa senang yang luar biasa itu membuat aku sulit terlelap. Perjalanan pulang pun kami lalui Alhamdulillah tanpa hambatan apapun, hanya sempat sedikit tersasar karena supirnya lupa, suasana malam yang gelap membuat bapak supir kesulitan membedakan jalan. Sesampainya di penginapan DINSOS kami kembali memasuki ruangan masing-masing. Karena besok adalah hari terakhir kami di penginapan kamipun mulai bertukar NO dan nama FB sambil mengobrol ringan. 00.00 kami mulai tertidur.

            Senin 30 April 2012. Akhirnya tiba juga dipengunjung acara, artinya kami mulai packing untuk menunju pulang, sayonara kawan-kawan BKI/BPI Se-Indonesia semoga kita bisa bertemu dalam kesempatan yang berbeda. Pukul 08.00 kami mulai kembali lagi ke Panti Asuhan Madani menggunakan Mini bus arah kampung kuning seleman, jogjyakarta, seperti biasa kami hanya mengeluarkan Rp 2500,00. Sangat terjangkau sekali bukan? Tiba di  Panti kami disuruh makan oleh ibu panti, benar-benar baik ibu panti dan pengurus pantinya, mba lastmi dan mba eni yang selalu menyedikan kami makan, terimaksih ya mba.

            Jam 09.30 kami ber-empat menuju Malioboro dan Taman pintar tempat yang paling terkenal jika kita berkunjung ke jogjyakarta, cukup dengan 45menit saja kami menempuh perjalanan dari Panti ke Taman pintar dan  Malioboro, namun sebelum kami memuaskan hasrat belanja di pasar Beringharjo dan taman pintar, kami mampir ke Angkringan pak selamet, tempatnya enak rapih nyaman dan lesehan. Dengan harga makanan yang terjangkau dan minum yang enak kami bisa memanjakan lida kami ber-empat kocek yang kami rogoh makan di Angkringan hanya 10.000,00. Setelah itu kami lanjut berburu batik dan souvenir di pasar beringharjo, memang benar apa yang dikatakan saudara-saudara ku bahwa di Jogjya itu murah, dan memang itu betul sekali, kami membeli beberapa batik, Buku kuliah, gantungan, aksesoris dan kaos khas tulisan djogjya. Disana kami bisa menawar rok batik dengan harga Rp 20.000,00 , kaos dengan harga Rp 10.000,00 dan aksesoris dengan harga Rp 5000,00 puas kami berbelanja, kami pulang dengan mengunakan Andong/Delman cukup dengan Rp 25.000,00. Sesampainya di Panti kami diajak berkeliling oleh sahabat kami tiyas untuk melihat proses pembuatan Bakpia pathoK, karena kebetulan panti yang di kelola ummi, juga memproduksi bakpia pathok.

            14.00 kami mulai memesan tiket bus untuk pulang ke Banten, kami memesan tiket bus di Agen  Bus Putra Remaja, kami harus membayar tiket dengan harga Rp 150.000,00 tanpa makan, jika pakai makan maka kami harus membayar Rp 175.000,00. Kami mulai perjalanan pulang lagi selama 12 jam perjalanan di dalam bus, kami menikamti saja perjalanan kami, sambil sesekali mengingat acara SEMNAS dan RAKERNAS yang mengesankan itu, dalam perjalanan pulang tidak banyak hambatan yang kami lalui, karena perjalanan malam. Jadi, suasannya tidak begitu ramai dan macet. Seperti biasa bus yang kami naiki pun selalu berhenti di tempat peristirahatan, untuk mencegah kantuk sopir bus dan supaya kami juga bisa beristirahat sambil melepas lapar dan letih perjalanan. Kami semua melanjutkan perjalanan. dalam hati sambil berkata ingin cepat kembali kerumah.

            31 April 2012. Pukul 09.00 kami tiba di kampung halaman yaitu kota serang, namun aku tetap melanjutkan perjalanan menuju merak, karena rumah ku di cilegon.sesampainya di Rumah aku bercerita kepada keluargaku tentang pengalamanku selama di jogjya. oh senang nya, aku harap bisa kembali mengunjungi Jogjakarta.

 

FEATURE PERJALANAN/TRAVEL

NAMA             : MUFLIHAH

NIM                 : 103400028

JURUSAN        : BKI / 4

TUGAS             : PERAKTEK JURNALISTIK

 

           

Penulis: bkiiainbanten

Ini adalah blog tidak resmi dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Dakwah Dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

2 thoughts on “Seminar dan Rakernas Mahasiswa BPI/BKI se-Indonesia

  1. kapan ada seminar n raker yg sama lagi?? pengen dong ikut,,hehe
    alhamdulillah ya,, kereta dari tnh abang mnuju jogja sudah ada toilet,,
    tapi yang saya pertanyakan, ko gada musholanya ya,,
    pukul 20.07, dari tnh abang,, sampe jogja jam 07.00,, lama bgt ya d keretanya, tp solat subuhnya,,hehehehe

  2. Mantap lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s