BKI FUDA IAIN SMH BANTEN

Presentasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam dalam Visitasi Asesor BAN-PT 2012

1 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, al-salah wa al-salam ‘ala rasulillah, sayyidina muhammad ibni abdillah, wa ‘ala alihi wa sahabihi al-ladhina qamu bihifz al-shari‘ah.

Yang terhormat, Prof. Nasruddin Harahap dan Dr. Ilyas Supena, Asesor BAN-PT untuk Jurusan BKI FUD IAIN “SMH” Banten. Yang terhormat Para Pimpinan IAIN “SMH” Banten dan Para Pimpinan FUD IAIN “SMH” Banten, para dosen, para mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sangat baik ini, izinkan saya menyampaikan gambaran tentang Jurusan/Program Studi BKI kepada hadirin semua. Forum ini sangat baik dan berharga karena forum ini dihadiri oleh Asesor BAN-PT. Logo BAN-PT, huruf Q besar dengan tanda ceklis di dalamnya jelas mengindikasikan substansi forum ini, yaitu mengecek kualitas dari proses Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di jurusan kita. Mudah-mudahan kita dapat melaksanakan proses ini dengan baik dan mudah-mudahan proses ini menghasilkan nilai yang baik juga untuk usaha yang telah kita lakukan bersama-sama beberapa tahun ini. Amin.

Presentasi tentang Jurusan akan mengikuti sistematika Standar Akreditasi BAN-PT. Karena itu, saya awali dengan:

Satu: visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta strategi pencapaiannya.

Jurusan BKI memiliki visi futuristik yang cukup menantang, yaitu, “Mewujudkan program studi unggulan dan terkemuka dalam disiplin ilmu Bimbingan dan Konseling Islam.” Visi ini menantang karena Jur. BKI IAIN Banten yang masih “muda” ini[1] harus “bersaing” dengan sahabat-sahabatnya 30 Jurusan BKI lain yang berada di bawah naungan Kemenag RI.[2] Lebih dari itu, Jur. BKI berusaha berkontribusi bagi dunia Bimbingan dan Konseling pada umumnya di Indonesia, sehingga memperhatikan juga dengan sahabat-sahabatnya yaitu Jurusan/Program Studi BK di bawah naungan Kemendiknas.

Kelemahan visi ini adalah belum menentukan rentang waktu dan skala pencapaian. Tapi, kekuatan visi ini adalah sudah tersosialisasi melalui media rapat, pertemuan dengan mahasiswa, dan melalui media internet (situs Fakultas Ushuluddin dan Dakwah,[3] blog Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam,[4] serta Grup Jejaring Sosial Facebook yang dibuat oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BKI.[5]

Potensi visi ini terwujud sangat besar karena beberapa pihak menyatakan bahwa literatur dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam masih sedikit. Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Tapi, hal ini memberikan peluang bagi kami untuk “maju”. Berdasarkan inventarisasi literatur dalam bahasa Arab dan Inggris yang sudah kami lakukan, kami mendapatkan materi yang sangat banyak untuk diolah.

Beberapa strategi pencapaian sudah dilakukan. Secara internal, “dapur” Jurusan BKI sudah mulai tertata. Desain kurikulum baru sudah didiskusikan di tingkat Jurusan bersama dosen dan mitra (ABKIN, Ketua dan Sekretarisnya adalah dosen Jurusan), didiskusikan di Senat FUD, di dalam Workshop Rekonstruksi Kurikulum Fakultas, Workshop PPMP, dan kini tinggal menunggu SK dari Rektor. Usulan pendirian Laboratorium BKI sudah disetujui dan dipenuhi oleh Fakultas. Kami juga sudah melakukan kerja sama dengan Rumah Dunia, sebuah komunitas pencinta literasi di Banten, agar para penulis di komunitas ini menjadi pengampu mata kuliah Creative Writing;[6] serta beraudiensi di Kanwil Kemenag Prov. Banten.[7]

Dua: tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu.

Tata pamong dan kepemimpinan Jurusan mengikuti Standar Prosedur Operasi yang sudah ditetapkan oleh Institut. Sistem pengelolaan Jurusan dilakukan dengan cara-cara formal, yaitu rapat, dan informal, seperti rekreasi (liburan bersama jurusan dan organ lain di FUD ke Anyer), olah raga (futsal Jumat pagi),[8] dan menonton film bersama (Bedah Film Agora).[9]

Tiga: Mahasiswa dan lulusan

Jurusan BKI belum menghasilkan lulusan. Tapi, indikasi-indikasi bahwa lulusan Jurusan BKI akan terserap oleh dan bermanfaat di masyarakat cukup kuat. Ada setidaknya 3 mahasiswa yang sudah magang sebagai guru, yaitu Armin, Suhayati, dan Puji Rosa Nurjannah. Ada dua orang mahasiswa yang tulisannya sudah dipublikasi di koran lokal dan kumpulan cerpen yaitu Tiyas Yasinta dan Kholifah, serta ada seorang mahasiwa yang mendapat Sertifikat Nasional sebagai Hipnoterapis yaitu Bagus Rahman Wahid. Mahasiswa BKI juga aktif sebagai pengurus di Forum Komunikasi Mahasiswa BPI/BKI Se-Indonesia.[10] Program-program sosialiasi dan “advokasi” jurusan ke stakeholder yang akan terus dilakukan semoga dapat mengatasi beberapa hal yang saat ini dianggap sebagai masalah, yaitu kesesuaian core Jurusan dengan nomenklatur gelarnya serta anggapan BKI/BP Kemenag adalah penyuluh saja, dan bukannya konselor, karena konselor itu dicetak oleh PS BK di bawah naungan Kemendiknas.[11]

Empat: sumber daya manusia

Jurusan BKI didukung oleh seorang dosen bergelar doktor dalam bidang Bimbingan dan Konseling, yaitu Dr. Hunainah, dan seorang magister dalam bidang Bimbingan dan Konseling, yaitu Agus Sukirno, M.Pd. Seorang dosen sedang menempuh S3 di UIN Jakarta dalam bidang Tasawuf, yaitu Agus Ali Dzawafi, M.Fil.I.

Jurusan sudah mengajukan permohonan penambahan dosen dengan spesialisasi Bimbingan dan Konseling karena kekurangan dosen dalam bidang tersebut pada saat ini dipenuhi dengan mengundang dosen luar biasa, yaitu Faizah, MA untuk mengajar BK Pendidikan dan Ika Indah Siswiati, S.Psi., Psi. untuk mengajar BK Rehabilitasi.

Lima: Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik

Jurusan BKI memiliki kurikulum yang sudah dibahas pada level Workshop Rekonstruksi Kurikulum Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (lihat file kurikulum). Kurikulum ini sudah didukung dengan silabus dan SAP[12] yang didiskusikan di tingkat Rapat Dosen Jurusan BKI.[13] Dosen-dosen pengampu mata kuliah diminta melengkapi pustaka yang mereka gunakan.[14]

Di dalam pengajaran keseimbangan antara teori dan praktek sudah diusahakan, seperti dalam MK BK Teori dan Teknik BK, BK Pendidikan, BK Rehabilitasi, BK Kemasyarakatan, juga dalam MK Sosiologi dan SPI. Umpan balik tentang pembelajaran dan suasana akademik ini sudah diserap dari dosen dan mahasiswa.[15]

Enam: Pendanaan, sarana, prasarana, dan sistem informasi

Pendanaan, sarana, dan prasarana mengikuti ketetapan dari Rektorat, namun Jurusan sudah dilibatkan dalam perencanaan, juga dalam pengelolaan keuangan beberapa kegiatan seperti Diskusi Rumpun Ilmu dan Studium General.

Sistem informasi Jurusan juga mengikuti sistem informasi Institut. Saat ini, IAIN “SMH” Banten menggunakan situs http://iainbanten.ac.id/ untuk informasi secara umum dan sistem Portal Kampus IAIN SMH Banten untuk informasi akademik. FUD sudah meminta kepada PUSKOM untuk dibuatkan domain khusus, yaitu http://fud.iainbanten.ac.id/ dan Jurusan pun sudah membuat sebuah blog, yaitu https://bkiiainbanten.wordpress.com. Blog ini akan dikoordinasikan dengan PUSKOM IAIN “SMH” Banten untuk dikonversi menjadi berakhiran ac.id..

Tujuh: Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama

IAIN “SMH” Banten sudah menerbitkan pedoman kerjasama. Beberapa MOU terakhir yang belum tertulis di dalam BORANG adalah:

  1. Kesepakatan Bersama Antara Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten tentang Akselerasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Balita, KIE dan Advokasi, Penelitian Kependudukan), melalui Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi No. 663/bbkbn/II/2012 dan No. In.10/B.IV/HM.01/109/2012.
  2. Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Banten dengan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tentang Pemberdayaan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia serta Pengembangan Potensi Daerah Provinsi Banten No. 073/MoU.5-HUK/2010 dan No. In.10/B.IV/HM.01/1506.a/2010.
  3. Nota Kesepahaman antara PT. Bank Syariah Mandiri dengan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tentang Program BSM GOES TO CAMPUS No. 14/022-MOU/DIR dan No. In.10/B.IV/HM.01/655/2012.

Sedangkan MOU dengan luar negeri adalah dengan Fathullah Gulen Center dan Emirat (?).

Demikian presentasi tentang Jurusan BKI dalam forum yang terhormat ini, Visitasi Asesor BAN-PT. Semoga presentasi ini bermanfaat.

Serang, 11 Juni 2012

Ahmad Fadhil, Lc., M.Hum.


[1] Jurusan ini berdiri berdasarkan SK Dirjen Pendis Nomor: Dj. I/306/2008, tapi baru menerima mahasiswa pada Tahun Ajaran 2009-2010, sehingga pada saat ini baru ada tiga angkatan.

Penulis: bkiiainbanten

Ini adalah blog tidak resmi dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Dakwah Dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

One thought on “Presentasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam dalam Visitasi Asesor BAN-PT 2012

  1. trimakasih syukron bacaan artikelnya ya akhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s