BKI FUDA IAIN SMH BANTEN

Audiensi Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam di Kanwil Kemenag Prov. Banten

Tinggalkan komentar

Oleh: Ahmad Fadhil

Waktu: Jumat, 23 Desember 2011, Jam 09.30-10.30

Tempat: Kantor Kakanwil Kemenag Prov. Banten

Peserta dari FUD IAIN “SMH” Banten:

1. Muhammad Hudaeri (Pembantu Dekan Bidang Akademik).

2. Sholahuddin Al Ayubi (Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum)

3. Ahmad Fadhil (Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam)

4. Agus Sukirno (Staf Jurusan Bimbingan dan Konselings Islam)

Peserta dari Kanwil Kemenag Prov. Banten

1. Iding Mujtahidin (Kakanwil)

2. ………………………. (Staf Kakanwil)

Muhammad Hudaeri mengawali pembicaraan dengan memperkenalkan rombongan dari FUD IAIN “SMH” Banten. Setelah itu dia menyatakan bahwa maksud audiensi ini ada tiga. Pertama, silaturahmi dari Fak. Ushuddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten kepada Kakanwil Kemenag Prov. Banten. Kedua, memperkenalkan jurusan baru, yaitu Bimbingan dan Konseling Islam. Ketiga, menjajagi kemungkinan kegiatan kerjasama antara Fak. Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten dengan Kanwil Kemenag Prov. Banten.

Iding Mujtahidin menyambut baik kedatangan rombongan dari FUD IAIN “SMH” Banten dengan menyatakan bahwa dia sendiri adalah alumni dari IAIN “SMH” Banten (tahun 70-an) dan menyebutkan nama banyak temannya di IAIN. Lalu, dia mengatakan bahwa Fak. Ushuluddin dan Dakwah itu “menarik”.

Selanjutnya, Mujtahidin bertanya, “Apa konsentrasi Jurusan BKI?”

Ahmad Fadhil menjelaskan bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa BKI diharapkan dapat membekali mereka untuk menjadi pengajar BP/BK di madrasah dan sekolah, menjadi konselor di lembaga-lembaga pemerintah/non pemerintah, dan menjadi konselor atau penyuluh langsung ke masyarakat.

Mujtahidin merespon dengan menceritakan bahwa di Kanwil ada program penyuluh agama Islam. Seluruhnya ada 4000 orang. Yang PNS 260 orang. Meski jumlahnya besar, tapi belum efektif. Karena itu, Kanwil masih membutuhkan tenaga penyuluh pada tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan/desa. Mereka akan diarahkan menjadi PNS. Jika FUD IAIN “SMH” Banten dapat mengisi posisi itu dengan alumninya, maka itu bagus sekali bagi dakwah.

Untuk sekolah/madrasah, tidak banyak masalah. (FUD Banten) tinggal (membantu dengan) peningkatan kompetensi guru BP/BK. Madrasah/sekolah dihimbau oleh Kakanwil untuk menggunakan kyai yang ada. Di sini mahasiswa juga bisa diberdayakan.

Untuk itu, Mujtahidin mengharapkan agar mahasiwa bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan Fakultas merancang kurikulum yang dapat membuat alumninya memnuhi kebutuhan itu sekaligus peka pada kondisi masyarakat, seperti pada masalah kerukunan antar umat Islam atau antar agama.

Hudaeri menanggapi dengan mengatakan bahwa masyarakat memang tidak membeda-bedakan alumni IAIN itu dari fakultas atau dari jurusan apa. Karena itu, di Jurusan BKI, walaupun dasar keilmuannya adalah psikologi, namun kurikulumnya memperhatikan pengayaan kompetensi mahasiswa dan tidak fokus pada ilmu psikologi saja.

Mujtahidin selanjutnya mengatakan bahwa kerjasama antara yang akan dibangun sebaiknya yang real. Misalnya, kita berangkat dari kenyataan bahwa penghayatan, pemahaman, dan pengalaman agama oleh alumni madrasah saja masih mengkhawatirkan. Bapak-bapak, kata Mujtahidin, mengetahui bahwa alumni madrasah yang masuk ke IAIN adalah “input yang tidak memuaskan”. Tapi kita tidak dapat saling menyalahkan, karena yang mendidik murid-murid madrasah itu juga adalah alumni IAIN.

Dari situ, kita merancang kegiatan yang menjadi contoh. Karena masyarakat biasanya mencari contoh. Coba buat program sekolah binaan, majlis taklim binaan. Nanti program-program itu di-support oleh Kanwil. Ini menjadi percontohan untuk tujuan-tujuan utama: akhlak yang terpuji, ketaatan beribadah, dan kekokohan iman.

Di Pamulang ada contoh MTsN yang siswanya dibina, dididik, dan dipraktekkan untuk berakhlak mulia baik dalam pembicaraan maupun tingkah laku. Program ini berhasil.

Jadi, fokus pada satu objek binaan akan lebih efektif daripada pembinaan yang menyebar.

Mujtahidin, menambahkan bahwa konseling dalam konsepsinya adalah seperti proses mengubah kayu yang tidak berharga, yang bisa dijadikan kayu bakar atau lapuk begitu saja, menjadi sebuah kayu ukiran/pahatan yang bernilai seni dan jual tinggi. Tentu saja pemahat dan pengukirnya tidak bolehs sembarangan.

Fadhil mengatakan bahwa Jurusan BKI siap melaksanakan program seperti itu. Sekarang, Jurusan sudah melakukan penelitian awal, lewat Dosen Matakuliah Sosiologi bersama mahasiswa yang meneliti tentang kondisi masyarakat di beberapa kelurahan di Kecamatan Pontang yang warganya banyak menjadi TKI ke Arab Saudi. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk membuat program desa binaan dari disiplin ilmu Bimbingan dan Konseling dengan memberikan layanan konseling keluarga, konseling pendidikan, dan konseling karir. Konseling keluarga bermanfaat bagi pasangan suami-istri yang berjauhan. Konseling pendidikan bermanfaat bagi anak-anak yang belajar sementara orang tuanya tidak mendampingi di rumah. Konseling karir bermanfaat agar TKI itu tidak terus menerus menjadi TKI, tapi bisa mengembangkan karir di tanah air.

Mujtahidin tertarik dengan program itu. Dia mengatakan bahwa kegiatan itu harus dirancang secara sistematis, yang menjelaskan input, proses, output, dan outcome-nya. “Bukankah pendidikan karakter itu core-nya BKI?”

Usai pembicaraan, Hudaeri menyampaikan draft kerjasama antara FUD dan Kakanwil; Visi, misi, program, dan kurikulum Jurusan BKI; serta kenang-kenangan berupa beberapa buku karya sivitas akademik Fak. Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten.

Penulis: bkiiainbanten

Ini adalah blog tidak resmi dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Dakwah Dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s