BKI FUDA IAIN SMH BANTEN

Pedoman Praktikum Profesi Jurusan BKI

Tinggalkan komentar

PEDOMAN

 PRAKTIKUM PROFESI

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH

IAIN “SULTAN MAULANA HASANUDDIN” BANTEN

2012

 

I.                   Pendahuluan

Salah satu tujuan Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten adalah, “Mencetak sarjana strata satu yang siap untuk menjadi konselor profesional melalui proses pembelajaran yang kualitasnya terjamin.”

Konselor profesional pada saat ini mencakup bidang-bidang layanan konseling yang luas, yaitu layanan konseling dalam bidang pendidikan, konseling rehabilitasi, konseling perkawinan dan keluarga, konseling traumatik, konseling kesehatan mental, dan penyuluh agama. Untuk merespon dan memenuhi kebutuhan ini, kurikulum Jurusan dirancang agar alumni Jurusan memiliki kompetensi utama berupa penguasaan terhadap teori, teknik, manajemen, dan etika bimbingan dan konseling dalam berbagai bidang pelayanan tersebut baik dalam perspektif modern maupun Islami.

Penguasaan teoritis tidak sempurna tanpa didukung kompetensi praktis. Karena itu, Jurusan BKI merancang Praktikum Profesi Lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk mengobservasi lembaga yang memberikan layanan konseling, serta mengalami pengalaman praktis menjadi konselor dengan cara “magang” kepada para konselor profesional di lembaga-lembaga itu yang sekaligus diharapkan dapat menyerap alumni Jurusan.

Kegiatan Praktikum Profesi Lapangan termasuk di dalam kurikulum Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, sebanding dengan MK dengan bobot 3 SKS, dan diberikan kepada para mahasiswa yang telah menempuh studi selama 6 semester.

II.                Tempat

Berdasarkan prospek serapan alumni, maka lembaga yang dapat dijadikan sasaran Praktikum Profesi adalah lembaga yang melaksanakan fungsi konseling seperti Lembaga Pendidikan (SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, dan Pesantren), LAPAS, Dinas Sosial, Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama, BP4, BKKBN, Rumah Sakit, Panti Asuhan, dan LSM.

Untuk tahun akademik 2012/2013, pelaksanaan praktikum profesi Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam dipusatkan di dua tempat, yaitu BKKBN dan Rumah Sakit Sari Asih Serang.

III.             Waktu

Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 9 Juli-10 Agustus 2012.

Lama waktu pertemuan di lokasi praktikum (lembaga-lembaga tersebut) tidak diukur dengan jam pertemuan seperti di kelas. Untuk satu kali pertemuan di kelas, bagi Praktikum Profesi yang SKS nya 3 membutuhkan waktu 150 menit. Tetapi  di lembaga-lembaga tersebut, satu kali pertemuan itu dapat terwujud dalam beberapa kali pertemuan baik pada hari kerja, yaitu hari Senin-Jumat, maupun bukan, baik pada jam kerja maupun bukan, karena menyesuaikan dengan karakter program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan pada masing-masing lembaga.

IV.             Pelaksana

Unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah panitia, mahasiswa, dosen pembimbing, dan pamong.

Panitia terdiri dari dosen dan pegawai pada Jurusan BKI dan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah yang ditetapkan dengan SK Rektor yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (terlampir).

Mahasiswa adalah tujuh belas (17) orang mahasiswa yang telah menyelesaikan semester 6 di Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam dengan daftar sebagai berikut:

Kelompok Lokasi

No

Nama

Satu

BKKBN

1

Armin

2

Alfiana Adriani

3

Asnawi

4

Halimatussa’diyyah

5

Intan Meylda Saari Pratiwi

6

Mansyur

7

Nurhalimah

8

Siti Maesaroh

9

Vivi Octaviani

Dua

RS. Sari Asih Serang

1

Abu Bakar Siddik

2

Bagus Rachman Wahid

3

Nita Nurhaliman

4

Nur Azizah

5

Rosidah Amini

6

Siti Nuraisah

7

Suhayati

8

Syarfiyah

Dalam melakukan kegiatan praktikum para mahasiswa peserta dibimbing oleh Dosen Pembimbing dan Pamong yang telah ditunjuk oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten.

Dosen Pembimbing adalah dosen FUD yang ditugaskan oleh Dekan.

Pamong adalah pegawai dari lembaga yang menjalankan fungsi konseling yang bekerja sama dengan FUD sebagai lokasi praktikum yang ditetapkan oleh lembaga tersebut dan ditugaskan oleh Dekan FUD.

Pembimbing dan Pamong berkewajiban untuk memberikan arahan dan pengawasan. Bimbingan dan pengawasan dimaksudkan agar kegiatan mereka terarah dan intensif serta mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Evaluasi dilakukan oleh Dosen Pembimbing terhadap mahasiswa bimbingannya selama mengikuti kegiatan praktikum profesi, mulai dari praktikum di lapangan sampai dengan pembuatan laporan, dengan mempertimbangkan masukan dari Pamong.

V. Deskripsi Kegiatan

Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan Praktikum Profesi Lapangan Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam adalah sebagai berikut:

A. Persiapan

Tugas Panitia:

  1. Mendata ulang dan mengelompokkan mahasiswa peserta praktikum.
  2. Berkonsultasi dan mengurus perizinan kepada lembaga tujuan Praktikum.
  3. Menyiapkan buku pedoman Praktikum.

Tugas Mahasiswa:

  1. Mendaftar ulang kepada Panitia Praktikum.
  2. Mempersiapkan diri untuk mengikuti Praktikum dengan memperhatikan pembagian kelompok dan Buku Pedoman Praktikum.

Tugas Lembaga Lokasi Praktikum

  1. Memberikan izin pelaksanaan Praktikum.
  2. Menetapkan pamong.
  3. Menginformasikan kepada pihak-pihak terkait di dalam lembaga tentang pelaksanaan praktikum.

 

B. Orientasi

Pada kegiatan orientasi mahasiswa diberikan bekal berupa materi-materi yang terkait dengan:

  1. Urgensi dan substansi Praktikum Profesi.
  2. Teknik penyusunan program praktikum profesi dan instrumen yang diperlukan.
  3. Pembahasan program praktikum profesi antara peserta, pembimbing, dan pamong.

Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 8 JPL dan sebanding dengan 3 pertemuan dalam MK yang berbobot 3 SKS.

C. Praktek Lapangan

Pada bagian praktek lapangan, mahasiswa melakukan kegiatan yang setara dengan 3 kali pertemuan 150 menit observasi dan wawancara dengan pimpinan lembaga yang melaksanakan layanan konseling, yaitu BKKBN dan RS. Sari Asih, serta para konselor di kedua lembaga tersebut.

Sebelumnya para peserta mendiskusikan rancangan program praktikum profesi yang telah mereka susun dan mengkoordinasikannya kepada dosen pembimbing, pamong, dan para narasumber. Kegiatan ini sebanding dengan satu pertemuan (pertemuan keempat).

Di dalam observasi dan wawancara, mahasiswa mengumpulkan data tentang:

1. Letak, sejarah, visi misi, kebijakan lembaga, sarana dan prasarana bagi layanan konseling di lembaga yang menjadi lokasi Praktikum.

Pada pertemuan ini mahasiswa melakukan pertemuan awal “secara resmi” dengan pimpinan dan pamong di lembaga yang didatangi. Pada pertemuan ini mahasiswa melakukan wawancara dan mengumpulkan data tentang sejarah pendirian lembaga, status hukum lembaga (milik pemerintah, milik yayasan, milik perorangan), visi, misi, dan tujuan lembaga-lembaga tersebut, persepsi kepala lembaga tentang urgensi program bimbingan dan konseling di lembaganya, sarana prasarana (fasilitas), iklim atau suasana kerja di lembaga-lembaga tersebut, tata tertib.

Selain itu, mahasiswa juga dan mengobservasi letak geografis lembaga serta membuat peta dan denah lokasi.

2. Pola dan prosedur rekrutmen konselor, kualifikasi konselor, dan program konseling di lembaga yang menjadi lokasi Praktikum.

Mahasiswa mengumpulkan data mendalam tentang  sistem rekrutmen pegawai (termasuk konselor di lembaga tersebut), kualifikasi pendidikan dan jumlah konselor, administrasi bimbingan dan konseling di lembaga tersebut (tempat, waktu, tujuan, jenis kegiatan, dan keuangan), dll.

Selain itu, para mahasiswa juga berkenalan dan menggali data pribadi para konselor.

3. Karakteristik penerima layanan konseling, latar belakang, dan jenis permasalahan yang biasa dihadapi oleh para klien atau penerima layanan konseling.

Mahasiswa mengumpulkan data tentang program bimbingan dan konseling lembaga-lembaga tersebut yang meliputi aspek kebijakan kepala lembaga, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program bimbingan dan konseling lembaga-lembaga tersebut; respon penerima layanan bimbingan dan konseling, masalah-masalah atau faktor penghambat pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling; fasilitas dan anggaran biaya bimbingan dan konseling lembaga-lembaga tersebut; dan kelengkapan administrasi bimbingan dan konseling.

Kegiatan ini setara dengan 3 pertemuan (pertemuan kelima, keenam, dan ketujuh).

Selanjutnya, mahasiswa melakukan kegiatan yang setara dengan 4 kali pertemuan 150 menit praktek konseling praktik konseling dengan dibimbing oleh dosen pembimbing dan pamong di kedua lembaga tersebut. Sebelum melaksanakan praktik konseling, setiap mahasiswa secara individual mempersiapkan diri dengan menyusun rancangan program konseling yang akan dia laksanakan.

Pada kegiatan-kegiatan ini, mahasiswa mengumpulkan data tentang karakteristik perkembangan pengguna jasa bimbingan dan konseling, latar belakang sosial ekonomi pengguna jasa bimbingan dan konseling di lembaga tersebut, dan permasalahan yang dialaminya, serta langkah-langkah yang mereka lakukan.

Setiap selesai melakukan kegiatan di lokasi praktikum, masing-masing kelompok berkumpul untuk menyusun laporan kegiatan yang memuat hasil wawancara dan hasil program konseling individualnya dalam sebuah makalah laporan akhir untuk dipresentasikan di hadapan seluruh mahasiswa, dosen pembimbing, pamong, dan panitia.

Kegiatan ini setara dengan empat pertemuan (pertemuan kedelapan, kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas).

Selanjutnya mahasiswa menyelesaikan Laporan Akhir Kegiatan Praktikum Profesi yang memuat profile masing-masing lembaga serta deskripsi dan evaluasi program bimbingan dan konseling yang mereka lakukan dalam satu makalah kelompok. Laporan ini dipresentasikan di hadapan dosen pembimbing, pamong, pengelola Jurusan dan Fakultas, serta mahasiswa dari kelompok Praktikum lain.

Pertemuan ini sebanding dengan 3 pertemuan (pertemuan kedua belas, ketiga belas, dan keempat belas).

 VI.             Jadwal Pelaksanaan

No Hari, Tgl Jam Kegiatan Tempat Pelaksana
1 Senin, 9 Juli 2012 08.00-09.40(2 JPL) Orientasi: urgensi dan substansi Praktikum Profesi. Ruang Lab-BKI Narasumber, moderator
2 Senin, 9 Juli 2012 10.00-12.30 (3 JPL) Orientasi: teknik penyusunan rancangan program praktikum profesi dan instrumen yang diperlukan. Ruang Lab-BKI Narasumber, moderator
3 Senin, 9 Juli 2012 14.00-16.30 (3 JPL) Orientasi: teknik membuat laporan kegiatan. Ruang Lab-BKI Narasumber, moderator
4 Kamis, 12 Juli 2012 150 menit Pembahasan program praktikum profesi antara peserta, pembimbing, dan pamong. Fleksibel Kelompok praktikum, pembimbing, pamong
5

Jadwal dibuat oleh masing-masing kelompok berkoordinasi dengan pembimbing dan pamong

100 menit Observasi lembaga konseling: letak, sejarah, visi misi, kebijakan lembaga, sarana dan prasarana. Lokasi praktikum. Kelompok Praktikum, pembimbing, pamong.
50 menit Pengolahan data dari observasi pertama. Fleksibel Kelompok Praktikum.
6 100 menit Observasi lembaga konseling: rekrutmen dan kualifikasi konselor, program konseling. Lokasi praktikum. Kelompok Praktikum, pembimbing, pamong.
50 menit Pengolahan data dari observasi kedua. Fleksibel Kelompok Praktikum.
7 100 menit Observasi lembaga konseling: karakteristik penerima layangan konseling, latar belakang, dan jenis permasalahan. Lokasi praktikum. Kelompok Praktikum, pembimbing, pamong.
50 menit Pengolahan data dari observasi ketiga. Fleksibel Kelompok Praktikum.
8 100 menit Praktikum konseling. Lokasi praktikum. Individual, pembimbing, pamong.
50 menit Pengolahan data dari praktikum pertama. Fleksibel Individual
9 100 menit Praktikum konseling. Lokasi praktikum. Individual, pembimbing, pamong.
50 menit Pengolahan data dari praktikum kedua. Fleksibel Individual
10 100 menit Praktikum konseling. Lokasi praktikum. Individual, pembimbing, pamong.
50 menit Pengolahan data dari praktikum ketiga. Fleksibel Individual
11 100 menit Praktikum konseling. Lokasi praktikum. Individual, pembimbing, pamong
50 menit Pengolahan data dari praktikum keempat. Fleksibel Individual
12 150 menit Penyelesaian laporan akhir. Fleksibel Kelompok praktikum
13 Jumat, 10 Agustus 2012 09.00-11.30 Presentasi laporan akhir Praktikum. Ruang seminar. Kelompok praktikum, pembimbing, pamong.
14 Jumat, 10 Agustus 2012 15.30-18.00 Presentasi laporan akhir Praktikum. Ruang seminar. Kelompok praktikum pembimbing, pamong

VII.          Penutup

Kami mendorong berbagai pihak untuk menyempurnakan pedoman ini. Berbagai masukan, sejak kritik pedas hingga sindiran halus, akan menjadi amal saleh yang sangat bermakna bagi peningkatan mutu pedoman ini.

Penulis: bkiiainbanten

Ini adalah blog tidak resmi dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Dakwah Dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s