مَا خَابَ مَنِ اسْتَشَارَ

JURUSAN BKI FAKULTAS USHULUDDIN, DAKWAH, DAN ADAB IAIN "SMH" BANTEN


Meninggalkan komentar

Materi Ujian Komprehensif: Kompetensi Khusus

MATERI UJIAN KOMPREHENSIF: KOMPETENSI KHUSUS

Meliputi ujian tentang ayat dan hadis yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling

 

Ayat dan Hadis Tentang Bimbingan Dan Konseling

Kelompok Mata Kuliah          : Kompetensi Khusus

Fakultas                                   : Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab

Jurusan                                    : Jurusan BKI

Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat menghapal ayat dan hadis yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling dan menjelaskan pengertiannya.

Kompetensi dasar

  1. Mahasiswa menghapal ayat dan terjemah ayat tentang konseling adalah tugas suci.
  2. Mahasiswa menghapal ayat dan terjemah ayat tentang jenis-jenis masalah manusia dan kunci solusinya.
  3. Mahasiswa menghapal ayat dan terjemah ayat tentang penyebab kegagalan manusia dalam menyelesaikan masalahnya sendiri.
  4. Mahasiswa menghapal ayat dan terjemah ayat tentang keharusan konselor untuk selalu berpandangan positif terhadap kliennya.
  5. Mahasiswa menghapal ayat dan terjemah ayat tentang al-Quran sebagai obat penyakit hati.
  6. Mahasiswa menghapal hadis dan terjemah hadis tentang struktur penciptaan manusia.
  7. Mahasiswa menghapal hadis dan terjemah hadis tentang mengutamakan akal atas syahwat adalah kunci kesuksesan manusia.
  8. Mahasiswa menghapal hadis dan terjemah hadis tentang kejujuran sebagai salah satu kiat menghadapi masalah dalam kehidupan.
  9. Mahasiswa menghapal hadis dan terjemah hadis tentang tidak membicarakan hal yang tidak penting sebagai kiat menghadapi kesulitan.
  10. Mahasiswa menghapal hadis dan terjemah hadis tentang ujian duniawi membuat orang yang beriman semakin merindukan Allah.

Ayat-Ayat Tentang Bimbingan Dan Konseling

  1. Bimbingan dan konseling adalah tugas suci yang dijalankan oleh Nabi (QS. Al-Baqarah: 151.

كَمَا اَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلاً مِنْكُمْ يَتْلُوْ عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ

Artinya, “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan mensucikanmu dan mengajarkanmu al-Kitab dan al-Hikmah, serta mengajarkanmu apa yang belum kamu ketahui.”

  1. Ragam masalah manusia dan kunci solusinya (QS. Al-Baqarah: 155-156)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الاَمْوَالِ وَالاَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ * الَّذِيْنَ اِذَا اَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا للهِ وَإِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Artinya, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali hanya kepada-Nya.”

  1. Penyebab manusia gagal menyelesaikan masalahnya sendiri (QS. Al-A’raf: 179).

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya, “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka adalah orang-orang yang lalai.”

  1. Konselor harus selalu berpandangan positif dan memberikan motivasi (QS. Al-An’am: 54)

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya, “Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, ‘Salam untukmu.’ Tuhanmu telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang, yaitu bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran ketidaktahuan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  1. Al-Quran adalah obat penyakit hati (QS. al-Isra: 82)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya, “Kami menurunkan al-Quran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, tetapi al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Hadis-Hadis Tentang Bimbingan Dan Konseling

  1. Unggulnya akal atas syahwat adalah kunci kesuksesan manusia.

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ رَكَبَ فِي الْمَلَائِكَةِ عَقْلاً بِلاَ شَهْوَةٍ ، وَرَكَبَ فِى الْبَهَائِمِ شَهْوَةً بِلَا عَقْلٍ ، وَرَكَبَ فِي بَنِي آدَمَ كِلْتَيْهِمَا ، فَمَنْ غَلَبَ عَقْلُهُ شَهْوَتَهُ فَهُوَ خَيْرٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ ، وَمَنْ غَلَبَتْ شَهْوَتُهُ عَقْلَهُ فَهُوَ شَرٌّ مِنَ الْبَهَائِمِ.

Artinya, “Sesungguhnya Allah menanamkan akal tanpa syahwat pada malaikat, menanamkan syahwat tanpa akal pada binatang, dan menanamkan keduanya pada manusia. Orang yang akalnya mengalahkan syahwatnya, dia lebih baik daripada malaikat. Sedangkan orang yang syahwatnya mengalahkan akalnya, dia lebih buruk daripada binatang.” (Mizan al-Hikmah, hadis nomor. 1474)

  1. Kiat menghadapi masalah: jujur

دَعْ مَا يُرِيْبُكَ اِلَى مَا لاَيُرِيْبُكَ فَاِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَالْكِذْبَ رِيْبَةٌ

Artinya, “Tinggalkanlah apa yang membuatmu ragu kepada apa yang tidak membuatmu. Sesungguhnya kejujuran itu membawa ketenangan dan kebohongan itu membawa kepada keraguan.” (Musnad Ahmad, hadis nomor 1630)

  1. Kiat menghadapi masalah: tidak membicarakan hal yang tidak penting

مِنْ حُسْنِ اِسْلاَمِ الْمَرْءِ قِلَّةُ الْكَلاَمِ فِيْمَا لاَ يَعْنِيْهِ

Artinya, “Salah satu cirri baiknya keislaman seseorang adalah dia sedikit berbicara tentang hal-hal yang tidak penting bagi dirinya.” (Musnad Ahmad, hadis nomor 1642)

  1. Menghindari dosa pasti mendatangkan kebaikan

لَا يَقْدِرُ رَجُلٌ عَلَى حَرَامٍ ثُمَّ يَدَعُهُ لَيْسَ بِهَ اِلاَّ َمخَافَةَ اللهِ إِلاَّ أَبْدَلَهُ اللهُ فِي عَاجِلِ الدُّنْيَا قَبْلَ الاَخِرَةِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ذَلِكَ

Artinya, “Ketika seseorang mampu mengerjakan pekerjaan yang diharamkan Allah, lalu dia tidak mengerjakannya dikarenakan dia takut kepada Allah, maka Allah pasti segera mengganti hal itu dengan sesuatu yang lebih baik baginya di dunia sebelum kelak juga menggantinya di akhirat.” (Mizan al-Hikmah, hadis nomor 3674).

  1. Ujian di dunia membuat orang yang beriman semakin merindukan Allah.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: هَبِطَ اِلَيَّ جِبْرِيْلُ فِي اَحْسَنِ صُوْرَةٍ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدٌ اَلْحَقُّ يُقْرِئُكَ السَّلاَمُ وَيَقُوْلُ لَكَ : إِنَّي اَوْحَيْتُ الِىَ الدُّنْيَا اَنْ تَمَرُّرِيْ وَتَكَدَّرِيْ وَتَضَيَّقِيْ وَتَشَدَّدِيْ عَلَى اَوْلِيَائِي حَتَّى يُحِبُّوْا لِقَائِي ، وَتَيَسَّرِيْ وَتَسَهَّلِيْ وَتَطَيَّبِي لِاَعْدَائِي حَتَّى يَبْغَضُوْا لِقَائِي ، فَاِنِّي جَعَلْتُ الدُّنْيَا سِجْنًا لِاَوْلِيَائِي وَجَنَّةً لِاَعْدَائِي.

Artinya, “Rasulullah saw bersabda: Jibril turun kepadaku dalam bentuk terbaik lalu berkata: Wahai Muhammad, Allah membacakan salam untukmu dan berfirman: Sesungguhnya Aku telah memerintahkan kepada dunia: Pahitlah, sulitlah, sempitlah, dan keraslah terhadap kekasih-kekasih-Nya agar mereka senang berjumpa dengan-Ku; dan lapanglah, mudahlah, nyamanlah terhadap musuh-musuh-Ku agar mereka membenci perjumpaan dengan-Ku. Sungguh Aku telah menjadikan dunia sebagai penjara bagi kekasih-kekasih-Ku dan surga bagi musuh-musuh-Ku.” (Mizan al-Hikmah hadis nomor 1963).

Materi Ujian Komprehensif Kompetensi Khusus


Meninggalkan komentar

Materi Ujian Komprehensi: Kompetensi Pendukung

MATERI UJIAN KOMPREHENSIF: KOMPETENSI PENDUKUNG

Meliputi ujian mata kuliah dalam rumpun psikologi

 

Psikologi

Kelompok Mata Kuliah          : Kompetensi Pendukung

Fakultas                                   : Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab

Jurusan                                    : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami unsur, proses, karakteristik  dan perkembangan kejiwaan manusia.

Kompetensi Dasar

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian psikologi, ruang lingkupnya, cabang-cabangnya, dan hubungannya dengan ilmu-ilmu lain.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep-konsep dasar kejiwaan manusia.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan kejiwaan manusia
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan aliran-aliran dalam psikologi
  5. Mahasiswa mampu menjelaskan  penyimpangan perilaku manusia  dan metode terapinya

Materi

  1. Pengertian, tujuan, obyek studi, cabang  psikologi dan hubungannya dengan ilmu-ilmu lain.
  2. Konsep-Konsep dasar Psikologi ; persepsi, memori, belajar, emosi,  motivasi, intelegensi
  3. Aliran-aliran Utama dalam Psikologi ; Psikoanalisa, Behavioristik, Humanistik
  4. Perkembangan fisik, kognitif, emosional, moral, kepribadian
  5. Perilaku abnormal
  6. Psikoterapi ; Psikoterapi Barat dan Psikoterapi Islami

Sumber

  1. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan.
  2. Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja.
  3. Imran Pohan, Masalah Anak Dan Anak Bermasalah.
  4. Darwis Hude, Emosi (Penjelajahan Religio – Psikologi tentang Emosi di dalam al-Quran.
  5. Kartini Kartono, Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan).

Materi Ujian Komprehensif Kompetensi Pendukung


Meninggalkan komentar

Materi Ujian Komprehensif: Kompetensi Utama

MATERI UJIAN KOMPREHENSIF: KOMPETENSI UTAMA

Ujian Komprehensif Kompetensi Utama meliputi ujian untuk mata kuliah-mata kuliah bimbingan dan konseling

 

Kelompok Mata Kuliah          : Kompetensi Utama

Fakultas                                   : Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab

Jurusan                                    : Jurusan BKI

Standar Kompetensi

Mahasiswa mengetahui pengertian bimbingan dan konseling, jenis layanannya, macam-macam pendekatan, teori, dan teknik yang digunakan dalam bimbingan dan konseling, serta etika profesi dalam bimbingan dan konseling, serta hak, kewajiban, dan kualifikasi konselor.

Kompetensi Dasar

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling, tujuan, fungsi, asas, prinsip, dan sejarahnya.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan organisasi profesi bimbingan dan konseling, ragam bimbingan dan konseling menurut masalah
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling Islami, tujuan, asas, prinsip, dan dalilnya.
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan teknik-teknik konseling (pendekatan psikoanalisis, client-centered counseling, trait-factor counseling, terapi gestalt, terapi behavioral, Logo Therapy Frankl, Rational Emotive Therapy (RET);
  5. Mahasiswa mampu menjelaskan penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling (penggunaan teknologi komputer dalam layanan BK, Penggunaan telepon dalam layanan BK).
  6. Mahasiswa mampu menjelaskan etika profesi dalam bimbingan dan konseling, serta hak, kewajiban, dan kualifikasi konselor.

Materi

  1. Pengertian bimbingan dan konseling, tujuan, dan fungsinya.
  2. Asas, prinsip, dan sejarah bimbingan dan konseling.
  3. Organisasi profesi bimbingan konseling dan ragam pelayanannya.
  4. Konseling Islami.
  5. Pendekatan psikoanalisis dalam bimbingan dan konseling.
  6. Client-centered counseling.
  7. Trait-factor counseling.
  8. Terapi Gestalt.
  9. Terapi Behavioral.
  10. Logo Therapy Frankl.
  11. Rational Emotive Therapy (RET).
  12. Etika profesi dan kualifikasi konselor.

Sumber

  1. Anas Salahudin, Bimbingan dan Konseling, Pustaka Setia: Bandung, 2010.
  2. Sofyan S. Willis, Konseling Individual Teori dan Praktek, Alfabeta: Bandung, 2007.
  3. Achmad Juntika Nurihsan, Bimbingan dan Konseling, Refika Aditama: Bandung, 2007
  4. ——————————–, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling, Refika Aditama, Bandung, 2005
  5. H.M. Arifin, Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Bulan Bintang: Jakarta, 1979.
  6. Andi Mapiare, Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Usaha Nasional: Surabaya, 1984.
  7. Prayitno dan Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling, Rineka Cipta: Jakarta, 2004.
  8. Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan KOnseling dalam Islam, UII Press: Yogyakarta, 2004.
  9. Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila Kusmawati, Proses Bimbingan dan Konseling Di Sekolah, Rineka Cipta: Jakarta, 2008.
  10. Sunaryo Kartadinata, dkk, Penataan Pendidikan Profesional Konselor Dan Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal, Depdiknas: Jakarta, 2008
  11. Sofyan S. Willis, Konseling Individual Teori dan Praktek, Alfabeta: Bandung, 2007.
  12. Achmad Juntika Nurihsan, Bimbingan dan Konseling, Refika Aditama: Bandung, 2007
  13. Achmad Juntika Nurihsan, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling, Refika Aditama, Bandung, 2005

Materi Ujian Komprehensif Kompetensi Utama


Meninggalkan komentar

Notulensi Diskusi Rumpun Ilmu BKI: Konseling Spiritual dan Sastra Sufisme

Hari/tanggal                : Jumat, 27 September 2013
Jam                              : 13.30-16.00
Tempat                        : Laboratorium Komputer FUDA IAIN SMH Banten

Narasumber dan tema :

1. Agus Sukirno, “Konseling Spiritual: Kajian Tentang Menggapai Pencerahan Hati Melalui Salat”

2. Sulaiman Djaya, “Sastra Sufisme, Sebuah Sumbangan Konseling Ruhani”

Baca lebih lanjut


Meninggalkan komentar

Sastra Sufisme, Sebuah Sumbangan Konseling Ruhani

Sastra Sufisme, Sebuah Sumbangan Konseling Ruhani

Oleh Sulaiman Djaya (Pekerja Budaya)

 

“Mungkinkah orang tidur membangunkan orang yang tidur?” (Sa’adi, Gulistan).

 

“Barangsiapa mengikuti jalan pencarian kebenaran, ia akan kehilangan mahkota kebanggaan sekaligus kehilangan kepala rasionalitas” (Nizami, Treasury of Mysteries).

Baca lebih lanjut


Meninggalkan komentar

Konseling Spiritual: Kajian Tentang Menggapai Pencerahan Hati Melalui Shalat

Oleh : Agus Sukirno[1]

 

Abstract

Shalat is a vertical ritual worship, which is an obligatory to do for all Muslims. Shalat has to be performed by all Muslims in any conditions, as long as they are able to do it. Rasulullah SAW has provided guidance in order to facilitate the implementation of shalat in emergencies, such as when suffered of the illness, on the travel, in the war situations, and so on.

Shalat taught by Prophet Muhammad SAW was a complement of Shalat that taught by other Prophets previously (Ibrahim AS, Ismail AS, Yusuf AS, etc).

Shalat is the second pillar of Islam. People who do Shalat essentially are doing spiritual counseling process to Allah SWT. Reading and Shalat movement have many virtues (beneficial value) not only physical health, but also, happiness, peace and serenity. Shalat also boosts immunity in human being.

  Baca lebih lanjut


Meninggalkan komentar

Praktikum Profesi Jurusan BKI 2013

297696_4481072153266_1256174700_n
Pendahuluan
Salah satu misi Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten adalah, “Mencetak sarjana strata satu yang kompeten untuk menjadi konselor profesional melalui proses pembelajaran yang kualitasnya terjamin.”Profesi konselor mencakup bidang layanan yang luas, yaitu pendidikan, rehabilitasi, perkawinan dan keluarga, traumatik, kesehatan mental, dan penyuluh agama. Untuk memenuhi kebutuhan ini, kurikulum Jurusan dirancang agar alumni Jurusan memiliki kompetensi utama berupa penguasaan terhadap teori, teknik, manajemen, dan etika bimbingan dan konseling dalam berbagai bidang pelayanan tersebut baik dalam perspektif modern maupun Islami.Penguasaan teoritis tidak sempurna tanpa didukung kompetensi praktis. Karena itu, Jurusan BKI merancang Praktikum Profesi Lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk mengobservasi lembaga yang memberikan layanan konseling, serta mendapat pengalaman praktis menjadi konselor dengan cara mengobservasi dan menjalani peran konselor profesional di lembaga-lembaga itu yang kelak diharapkan dapat menyerap alumni Jurusan.Kegiatan Praktikum Profesi Lapangan termasuk di dalam kurikulum Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, sebanding dengan MK dengan bobot 3 SKS, dan diberikan kepada para mahasiswa yang telah menempuh studi selama 6 semester.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.